in

Kenali Gejala Narkolepsi, Bisa Tiba-tiba Tidur Sendiri

gejala narkolepsi
Foto: unsplash

Ngobrolin.id — Agar bisa tertidur, tubuh kita diatur oleh beberapa saraf yang mengendalikan waktu tidur seseorang. Jika saraf tersebut mengalami gangguan, waktu tidur pun akan terganggu. Salah satu gangguan ditandai dengan gejala narkolepsi.

Narkolepsi merupakan kelainan yang ditandai dengan gejala rasa mengantuk. Rasa mengantuk ini akan datang tiba-tiba dan penderita bisa tertidur tanpa mengenal waktu dan tempat. Umumnya, narkolepsi terjadi di siang hari.

Beberapa gejala narkolepsi sebagai berikut.

Penderita akan merasa mengantuk pada siang hari. Rasa kantuk ini akan terjadi sering sekali, tidak hanya sekali dua kali pada hari tertentu.

Penderita akan mengalami halusinasi. Keadaan ini menyebabkan penderita berkhayal yang terasa sangat jelas. Bahkan, khayalan yang terjadi bisa sangat menakutkan.

Penderita dapat mengalami sleep attacks atau tiba-tiba tertidur tanpa peringatan dan tanda-tanda. Penderita bisa tertidur saat bekerja, berkendara, dan aktivitas lainnya yang memerlukan konsentrasi.

Penderita mengalami katapleksi, yaitu kehilangan kontrol atas otot-ototnya secara tiba-tiba. Ketidakmampuan diri untuk mengendalikan gerakan tubuh ini juga jadi salah satu gejala. Jika mengalami hal ini, penderita bisa tiba-tiba terjatuh dan sulit berbicara. Akan tetapi, katapleksi tidak dialami semua penderita narkolepsi.

Kelumpuhan tidur juga akan menyerang penderita narkolepsi. Kelumpuhan tidur terjadi ketika tubuh tidak mampu bergerak atau berbicara. Kelumpuhan tidur terjadi ketika akan memasuki waktu tidur. Bisa pula kelumpuhan tidur terjadi di akhir waktu tidur, menjelang bangun.

Narkolepsi merupakan gangguan yang sampai saat ini belum ditemukan solusi penyembuhannya. Meskipun demikian, ada beberapa obat-obatan yang bisa diberikan untuk meredakan gejala yang muncul.

Diduga, narkolepsi terjadi karena kurangnya senyawa hypocretin atau orexin. Senyawa dalam otak ini mengatur kesadaran ketika terjaga dan juga mengatur saat tubuh tertidur. Akan tetapi, belum diketahui mengapa senyawa tersebut bisa berkurang di dalam otak.

Cara menghindari narkolepsi bisa dengan mengubah gaya hidup. Hindari minuman keras dan alkohol, nikotin, kafein, dan makanan berat.

Selain itu, lakukan pengaturan jadwal tidur dan buat pola makan teratur. Jangan lupa berolahraga secara rutin. Beberapa hal tersebut mampu mengurangi risiko narkolepsi yang dapat terjadi kepada siapa saja tersebut.

sakit kepala

Sering Pusing? 8 Tips Ini Bisa Bantu Kamu Meredakannya

cairan termahal di dunia

Ini Dia 10 Cairan Termahal di Dunia