in

Kenapa Bayi Punya Kebiasaan Mengisap Jempol?

mengisap jempol
Foto: shutterstock

Ngobrolin.id — Salah satu kebiasaan bayi dan anak-anak adalah mengisap jempol tangan mereka. Aktivitas mengisap ini sendiri sama seperti bayi mengisap ASI dan memberi kenyamanan pada si bayi. Tapi bunda tahu nggak sih kenapa bayi suka melakukan hal itu?

mengisap jempol
Foto: shutterstock

Psikolog anak yang juga Co-Founder Children Cafe Nuri Indira Dewi menjelaskan, tujuan makan melalui air susu ibu (ASI) sampai kenyang, yaitu agar bayi merasa aman dan nyaman serta terlindungi dalam pelukan. Atas dasar itu kata Nuri, bayi dapat saja mempersepsikan kegiatan mengisap adalah kenyamanan.

“Dalam teori psikoseksual yang dikemukakan oleh Sigmund Freud, usia 0—1,5 tahun termasuk dalam tahap oral. Di mana kesenangan dan kenyamanan bayi berpusat di area mulut,” kata Nuri.

Nuri juga meyakini bahwa stimulasi oral dapat mengarah ke fiksasi oral di masa depan yaitu stimulasi yang kurang atau justru berlebih. Hal itu dapat menyebabkan seseorang tidak dapat maju ke tahap selanjutnya. Akibatnya, muncul perilaku-perilaku pengganti seperti mengisap jempol atau menggigiti kuku. Perilaku-perilaku ini pada umumnya muncul saat stres atau cemas.

“Penjelasan teori itu, mungkin kita mengira mengisap jempol akibat dari kurang atau berlebihnya stimulasi oral. Namun ada pendapat lain yang merujuk pada kenyataan bahwa banyak bayi yang sudah melakukannya sejak dalam kandungan,” ujar Nuri.

Tapi, menurut Nuri setelah lahir kebiasaan ini muncul kembali saat mereka sudah tidak mengisap botol atau puting susu ibunya. Ia mengutip dari seorang psikolog yang juga penulis buku, Susan Heitler, yang menyebutkan kalau kebiasaan tersebut sebagai adiksi atau ketergantungan. Maka penangannya juga memerlukan pendekatan khusus.

Kalau saja  kebiasaan ini berhenti sebelum anak 5 tahun alias ketika gigi permanennya belum tumbuh, maka kondisi yang disebut malocclusion ini cenderung dapat diperbaiki dengan sendirinya.

“Menurut penelitian 40 persen anak masih mengisap jempol di usia 1 tahun, 20 persen di usia 5 tahun dan 5 persen di usia 10 tahun. Sebuah penelitian jangka panjang lain menunjukkan total 50 persen anak berhenti sendiri di usia 5 tahun, total 75 persen anak di usia 8 tahun dan total 90 persen di usia 10 tahun. Hingga dapat disimpulkan bahwa anak kita memerlukan bantuan bila ia masih mengisap jempol di usia 5 tahun ke atas,” jelas Nuri.

Nuri menambahkan, apabila kebiasaan ini telah bersifat adiktif, maka anak akan merasa tidak nyaman saat dirinya tidak mengisap jempolnya.

pecinta keju

5 Destinasi Wisata Keren yang Pas Buat Pecinta Keju

kosmetik ilegal

Cara Paling Gampang Kenali Kosmetik Ilegal