in ,

Kesalahan Pemasaran yang Membuat Iklan Menjadi Tidak Menarik

Kenali kesalahannya agar bisnis kamu bisa cuan

kesalahan pemasaran
foto: unsplash

Ngobrolin.id— Kesalahan pemasaran yang kamu lakukan dapat menyebabkan iklan yang sudah dibuat sedemikian rupa menjadi tidak menarik. Oleh karena itu, selain iklan yang bagus, perencanaan dalam pemasaran juga harus dibuat dengan bagus. Sayang banget iklan menjadi tidak menarik akibat kesalahan yang tidak kamu sadari. Simak berikut ini beberapa kesalahan pemasaran yang sering dilakukan.

Perilisan iklan yang tidak tepat waktu

Percuma saja jika kamu sudah melakukan riset tentang segmentasi pembeli, produk sudah dirancang dengan sedemikian cantiknya, dan iklan sudah didesain dengan orang profesional, tetapi waktu perilisan iklan tidak tepat.

Harus diakui, sampai saat ini penggunaan waktu yang tepat menjadi salah satu kunci keberhasilan kamu dalam mengiklankan sesuatu. Peluncuran iklan harus melihat situasi dan kondisi terlebih dahulu, apakah saat itu orang-orang sedang membutuhkan barang yang akan kamu jual.

Makna iklan yang sulit dimengerti

Iklan merupakan garda terdepan dari proses pemasaran. Kalau iklan yang kamu buat cukup njelimet, bisa-bisa orang tidak mengerti apa yang sedang kamu iklankan. Hal tersebut akan mengakibatkan mereka menjadi tidak tertarik untuk tahu lebih dalam mengenai produk kamu.

Biasanya, iklan menjadi tidak menarik jika menggunakan simbol-simbol tertentu yang tidak dipahami oleh banyak orang atau menggunakan bahasa “bersayap”.

Data yang digunakan tidak uptodate

Saat kamu ingin mempromosikan produk atau jasa melalui iklan, kamu harus memastikan data yang kamu gunakan merupakan data terbarukan. Data tersebut meliputi kondisi demografi, perilaku pembeli, rata-rata pendapatan, dan beberapa data lainnya yang berpengaruh pada aktivitas marketing.

Contohnya, dahulu orang-orang menyenangi wallpaper dinding yang penuh dengan corak atau gambar. Tapi, saat ini orang-orang lebih tertarik dengan wallpaper dinding yang minimalis dengan pattern biasa saja.

Tidak ada interaksi yang baik dengan calon konsumen

Masih banyak penjual yang mengabaikan interaksi dengan pembeli atau calon pembeli, mereka sekadar melepas iklan ke media sosial. Meskipun statusnya masih calon pembeli, kesan pertama mereka terhadap pelayanan kamu juga cukup memengaruhi.

Coba lihat review orang-orang di salah satu toko yang berada di e-commerce. Pasti ada beberapa pembeli yang menuliskan ulasan seperti ‘penjualnya ramah’ atau ‘penjualnya fast respon’.  Jadi, kesimpulannya, interaksi yang baik dengan pembeli atau calon pembeli merupakan bagian penting yang harus kamu coba.

 

mitos di Indonesia

Mitos-mitos Populer di Indonesia

bioskop yang sudah buka

Kangen Nonton? Ini Dia Daftar Bioskop yang Sudah Buka