in ,

Kotak Waktu, Persahabatan di SMA Emang Kurang Afdol Kalau Belum Musuhan

kisah persahabatan semasa SMA emang selalu bikin kangen

kotak waktu

Ngobrolin.id — Novel Kotak Waktu merupakan karya kedua dari penulis Pudjangga Lama yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo. Novel ini mengisahkan hubungan persahabatan antara Taka, Gugun, Keela, Elsa, dan Dewi. Setelah 10 tahun sejak kelulusan, Gugun, Keela, dan Dewi ternyata tidak ingat dan kenal sama Taka.

Taka yang mendapati kenyataan tersebut lantas bertanya-tanya apa yang sudah terjadi dalam kurun waktu 10 tahun ini. Kenapa banyak sahabat yang tidak mengenali, bahkan tidak mengingat kenangan persahabatan mereka saat masih duduk di bangku SMA.

Meski banyak perubahan yang terjadi pada masing-masing orang, Taka yakin mereka yang ditemui oleh Taka adalah sahabatnya. Selain itu, mereka juga sudah terkonfirmasi satu sekolah dengan Taka di Bandung. Namun, tetap saja mereka menganggap Taka sebagai orang asing yang tidak pernah ada di dalam kenangannya.

Apakah selama ini Taka hanya berhalusinasi pernah bersahabat dengan mereka atau mereka sedang berusaha mengerjai Taka dengan berpura-pura tidak kenal. Apa pun alasan tersebut, Taka sudah menyerah dengan semua kenyataan yang dihadapi setelah 10 tahun lulus SMA, ia hanya rindu dengan sahabat-sahabatnya yang dulu selalu menemaninya semasa SMA.

Begitu kurang lebih sinopsis yang tertera di balik buku ini. Jujur sinopsisnya berhasil banget bikin pembaca menjadi penasaran dengan kejadian apa yang akan terjadi dan kenapa bisa seseorang melupakan sahabatnya sendiri.

Novel Kotak Waktu mampu membawa pembacanya bernostalgia dengan masa SMA, di mana banyak yang bilang bahwa masa itu merupakan masa yang paling asyik. Banyak kejadian yang sulit terlupakan, seperti hubungan asmara, kenakalan remaja, dan juga hubungan persahabatan.

Tidak ada hubungan persahabatan yang berjalan dengan mulus, pasti ada saja bumbu-bumbu ketegangan yang menghiasi hubungan mereka. Hal tersebut juga terjadi pada hubungan persahabatan Taka dengan keempat sahabatnya.

Pudjangga Lama menuliskan novel ini dengan sudut pandang orang ketiga dengan gaya bahasa yang santai sehingga pembaca cukup mudah mencerna seluruh isi cerita. Alur cerita dibuat menjadi maju-mundur, tetapi masih cukup mudah dipahami.

Jalan cerita dibuat sederhana sehingga terasa cukup dekat dengan realitas pembaca. Meski ada beberapa plot yang terasa agak berlebihan, ya masih bisa dimaafkanlah.

Kalau kamu berekspektasi akan menemukan pengalaman yang menegangkan dari novel ini kayaknya bakalan kecewa. Tahan ekspektasinya dan nikmati alur ceritanya biar kamu bisa terbawa dengan suasana nostalgia selama masa SMA. Satu lagi hal yang disayangkan dari novel ini adalah eksekusi bagian akhir novel yang biasa saja.

Secara keseluruhan, ide cerita Kotak Waktu cukup menghibur dan direkomendasikan untuk kamu yang senang dengan cerita persahabatan.

kata ajaib di marketing

5 Kata Ajaib di Marketing yang Mampu Memikat Hati Calon Pembeli

oalah

Viral Kata ‘Oalah’ Masuk KBBI, Ini Penjelasannya