in

Manfaat Bacakan Dongeng untuk si Buah Hati

Kegiatan membaca dongeng dapat meningkatkan dan mempererat ikatan.

manfaat bacakan dongeng
Foto: Ibu membacakan dongeng untuk anaknya (Pixabay)

Ngobrolin.id — Dongeng identik dengan dunia anak. Pasalnya, tak hanya menghibur, manfaat bacakan dongeng juga baik untuk si buah hati lho, Moms. Kegiatan membaca dongeng dapat meningkatkan dan mempererat ikatan antara ibu dan anak. Tentunya akan memengaruhi tumbuh kembang anak, baik itu perkembangan sosial emosi maupun kognitif.

Menurut psikolog anak, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, dongeng juga dapat mengembangkan daya imajinasi anak, memperkaya kosa kata dan meningkatkan keterampilan bahasa, kemampuan mendengarkan serta merangsang kreativitas. Hanya, perlu ada kedekatan (bonding) sentuhan fisik saat membacakan dongeng.

Bonding time sebenarnya momen di mana kedekatan, kerekatan antara ibu dan anak terjalin. Aktivitas bonding tentunya banyak, termasuk membacakan dongeng,” ungkap Vera.

Akibat sentuhan fisik, interaksi saat membacakan dongeng itu, akan terjalin hubungan emosional yang kuat. Oleh karena itu, dampak positifnya pun bisa dirasakan jangka panjang. Ia menuturkan, banyak penelitian yang menunjukkan bahwa sentuhan fisik dapat melepaskan hormon oksitosin. Anak jadi merasa rileks, kemudian terjalin hubungan emosi yang kuat.

Dampak baiknya, yaitu dapat menimbulkan rasa ingin tahu yang tinggi, mandiri, sosok anak menjadi teman menyenangkan, jadi pemimpin, serta bisa berinteraksi dengan orang dewasa. Sebaliknya, jika kerekatan anak dengan orangtua buruk, anak berpotensi menempel, menuntut, gelisah, cemas, tidak percaya kepada orang lain, serta merasa ragu disayangi orangtua atau tidak.

Waktu bonding bagi anak perempuan ataupun laki-laki sebenarnya sama. Moms bisa mencari waktu yang tepat untuk membacakan dongeng saat anak ataupun ibu dalam kondisi rileks.

“Tidak ada setoran cucian, setrikaan. Bisa kapan saja, misalnya saat mau tidur, bisa di mana saja, di rumah, jalan saat macet. Cerita dalam mendongeng juga bisa dikembangkan,” ujar Vera.

Membacakan dongeng efektif untuk anak usia 0—5 tahun. Sementara, di usia sekolah dan remaja biasanya sudah mulai memiliki dunianya sendiri. Vera menyarankan, membacakan dongeng memang bisa praktis dari e-book, namun perlu diseimbangkan dengan bacaan yang berasal dari paper atau buku.

Kebiasaan menggigit kuku atau menarik rambut

Kenapa Kamu Punya Kebiasaan Menggigit Kuku atau Menarik Rambut?

tips produktif tanpa mengorbankan waktu luang

Tips Produktif Tanpa Mengorbankan Waktu Luang