in

Memahai Alasan Mengapa Orang Memilih untuk Menikah

image: Pixabay

Pernikahan merupakan salah satu aspek dari kehidupan manusia. Dalam definisi yang sederhana, pernikahan adalah suatu ikatan batin antara seorang pria dan wanita sebagai suami istri. Jika ditanya, mengapa Anda ingin menikah? Setiap orang pasti akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Banyak dari Anda yang mungkin akan mengatakan karena cinta, jodoh, atau bahkan untuk memperoleh keturunan. Keberagaman jawaban tersebut adalah hal yang cukup wajar karena memang pernikahan adalah sebuah pilihan hidup dan tiap-tiap orang memiliki persepsi yang berbeda dalam memandangnya.

Mengambil keputusan untuk mengakhiri kesendirian dengan sakralnya pernikahan memang bukan sebuah perkara mudah. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan secara matang. Salah satunya adalah persamaan pandangan. Sulit memang karena pada dasarnya Anda berdua adalah pribadi yang berbeda dalam latar belakang, sifat, dan kebiasaan. Namun, justru di sinilah makna pernikahan itu benar-benar diuji. Mampukah masingmasing pribadi itu untuk mengendapkan egonya agar dapat menyesuaikan diri dan ‘seia sekata’ dalam membentuk satu bangunan rumah tangga yang kokoh? Jawabnya hanya ada pada diri Anda dan pasangan.

Memilih pasangan yang paling mendekati dengan gambaran ideal yang diidamkan adalah cita-cita yang luhur bagi setiap insan. Bagi pihak pria, sosok wanita yang cantik, feminin, dan smart sangat dimimpikan. Begitupun juga dengan pihak wanita, idamannya tentu pria yang tampil seperti pangeran dengan segala kesempurnaannya. Namun, setinggi apapun angan-angan Anda, tetap sikapilah segala sesuatunya dengan kerendahan dan ketulusan hati karena tidak menutup kemungkinan apa yang Anda cita-citakan jauh dari genggaman. Di sinilah hati berbicara, jalanilah hubungan Anda dan pasangan dengan bijak, saling menghargai, dan menerima. Sikapilah kekurangan pasangan dengan ketulusan sehingga kehidupan pernikahan Anda nantinya berjalan dengan menyenangkan.

Sebuah pepatah bijak dari Hermant Joshi bertutur bahwa setelah menikah nanti, Anda dan pasangan tak ubahnya sebagai dua sisi dari sebuah koin. Anda dan pasangan adalah dua pribadi dengan latar belakang, karakter, dan kebiasaan yang berbeda. Namun, perbedaan itu bukanlah penghalang melainkan sebuah ‘stimulan’ untuk saling menghargai antara Anda dan pasangan dalam membina satu biduk rumah tangga. Anda membutuhkan pasangan karena Anda mencintainya, bukan karena Anda membutuhkannya. Mengapa demikian dan apakah itu hal yang wajar? Ya hal tersebut memanglah wajar karena bila pasangan tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan Anda maka cinta itu akan pergi.

Salah satu hal yang berkaitan dengan pemaparan di atas adalah urusan seksualitas. Seks memang penting dalam pernikahan, tetapi tanpa didasari ikatan emosional yang kuat, pernikahan yang dilandasi semata-mata oleh urusan tersebut tidak akan membawa kebahagiaan yang sesungguhnya. Begitu juga bila Anda menikah dengan alasan untuk mengusir kesepian maka bersiap-siaplah jika suatu saat Anda merasakan kekecewaan. Rasa sepi akan tetap ada, meskipun Anda sudah berdua atau bahkan dengan beberapa orang anak sekalipun. Rasa sepi ini umumnya timbul di saat Anda mulai merasa tidak dibutuhkan. Hal ini sangat umum terjadi dan dialami oleh setiap individu. Menurut para ahli pernikahan, sebenarnya ada delapan alasan mengapa sebaiknya Anda segera melangsungkan pernikahan.

  1. Dengan menikah, jalinan cinta dan kasih akan semakin tumbuh dengan kuat sehingga akan muncul perasaan tenteram dan tenang. Ini adalah karunia besar dari sebuah pernikahan.
  2. Pernikahah akan membantu Anda dan pasangan untuk lebih saling mendukung dan memperhatikan masa-masa sulit dan masa-masa menyenangkan.
  3. Menikah untuk melanjutkan keturunan.
  4. Menikah untuk membentengi diri dari dorongan biologis yang tidak terkendali.
  5. Dapat saling berbagi tugas, hak, dan kewajiban.
  6. Berlatih diri untuk bersikap sabar dan tahan uji dari segala bentuk konflik kehidupan,
  7. Keinginan seseorang untuk memiliki orang lain yang bisa mempercayainya ataupun dipercaya. Kepada siapa lagi Anda bisa mengungkapkan segala kekesalan, masalah, sakit hati, bahkan rahasia pribadi? Kepada siapa Anda bisa setia dan bersikap jujur? Pada pasangan hidupnyalah jawabannya.
  8. Menikah untuk menghilangkan kesepian. Sebuah survei menyimpulkan bahwa pria dua kali lebih banyak mengungkapkan alasan kesepian sebagai alasan untuk menikah dibanding wanita. Masuk akal juga. Seberapa banyak pilihan kegiatan seorang pria yang tidak beristri? ‘bersenda gurau’ dengan temannya, berkaraoke bersama, olah raga, atau apapun? Namun, setelah beberapa saat maka mereka (pria-pria) akan menjadi bosan sendirian.

Mengenal Sejarah Kopi, si Hitam yang Menyegarkan

Membuat Perencanaan Sederhana Untuk Memulai Bisnis Gaya Millennial