in

Mengenal Bukit Algoritma yang Bakal Jadi Silicon Valley-nya Indonesia

bukit algoritma
foto: Pixabay

Ngobrolin.id Bukit Algoritma merupakan proyek pusat riset yang rencananya akan dikembangkan oleh PT Amarta Karya (Persero) dan bekerja sama dengan PT Kiniku Nusa Kreasi. Proyek tersebut akan dibangun dengan meniru Silicon Valley yang berada di Amerika Serikat.

Silicon Valey sendiri adalah pusat inovasi yang berada di Amerika Serikat. Daerah tersebut telah berhasil menciptakan perusahaan teknologi raksasa. Kini, konsep daerah tersebut kerap dijadikan percontohan oleh beberapa negara, salah satunya Bukit Algoritma di Indonesia.

Pusat riset dan inovasi yang telah mendunia tersebut berada di selatan San Fransisco, California, Amerika Serikat. Daerah tersebut menampung 2.000 perusahaan teknologi, beberapa di antaranya merupakan perusahaan yang pasti sudah kamu kenal, yakni Apple, Facebook, Google, dan Netflix.

Tesla, Twitter, Yahoo, dan e-Bay juga lahir dari Silicon Valley. Selain itu, ada juga perusahaan penunjang bisnis seperti Cisco, Oracle, Salesforce.com, dan Intel.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, salah satu kunci keberhasilan Silicon Valley adalah banyaknya universitas, pusat penelitian pemerintah, dan laboratorium komersial. Selain itu, di kawasan tersebut juga tersedia modal ventura dan budaya berwirausaha yang tinggi.

Kembali ke Bukit Algoritma, lokasi tersebut nantinya akan dijadikan pusat pengembangan industri dan teknologi 4.0 serta sumber daya manusia oleh beberapa perusahaan swasta. Kini, lokasi tersebut sudah mulai bisa terdeteksi di Google Maps, lokasinya berada di kawasan Cikidang, Sukabumi, Jawa Barat.

Nama Algoritma disematkan pada mega proyek ini karena dibangun di atas lahan seluas 888 hektare dan menghabiskan dana sekitar Rp18 triliun. Dilansir dari tirto.id, mega proyek tersebut tidak akan dibangun dengan uang negara seperti APBN dan pajak. Proyek tersebut akan dibangun dari dana investor asing dan nasional.

Proyek tersebut ternyata dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang dimiliki oleh PT Bintang Raya Lokalestari. Sebelumnya, perusahaan tersebut telah mengusulkan tanah tersebut untuk dijadikan kawasan KEK Sukabumi serta digunakan sebagai lokasi pariwisata, fusi sains, dan teknologi.

Ketua Pelaksana Kerja Sama Operasi (KSO) antara Kiniku dan Bintang Raya, Budiman Sudjatmiko, menjelaskan hal yang melatarbelakangi pembangunan proyek tersebut adalah keresahan ilmuwan, periset, dan inovator yang kurang mendapatkan tempat di negaranya sendiri.

Banyak peneliti yang sudah melalui studi doktoral dengan riset bagus, tetapi merasa bingung untuk berinovasi di negaranya sendiri. Oleh karena itu, Bukit Algoritma diharapkan mampu menjadi tempat pulang para cendikiawan Indonesia. Tempat tersebut menjadi salah satu bagian dari ekosistem desa-desa, kota-kota, hingga kampus-kampus Indonesia dan luar negeri.

membatalkan puasa

5 Perkara yang Membatalkan Puasa

mobil terbang

Sebentar Lagi Mobil Terbang Masuk Indonesia, Bukan Hanya Ada di Doraemon