in

Mengenal Konsep Kota Terapung, Mungkinkah Diterapkan?

Kota terapung yang dimaksud adalah Oceanix City. Kota ini dibuat dengan rangkaian struktur heksagonal yang saling terhubung.

kota terapung
Foto: pressfrom.info

Ngobrolin.id — Pernahkah kamu mendengar konsep kota terapung yang dicanangkan PBB? Kota ini sendiri sudah dirancang dan didesain oleh firma Bjarke Ingels dan Oceanix. Desainnya yang unik memungkinkan orang-orang bisa tinggal dan beraktivitas dengan lancar di atasnya.

Kota terapung yang dimaksud adalah Oceanix City. Kota ini dibuat dengan rangkaian struktur heksagonal yang saling terhubung. Struktur ini ditata sehingga membentuk struktur heksagonal yang lebih besar.

Bentuk heksagonal sendiri dipilih karena merupakan struktur yang paling efisien. Diharapkan, penggunaan struktur ini juga bisa mengurangi penggunaan material atau bahan bangunan.

Bila dihuni secara maksimal, satu heksagonal ini mampu menampung sebanyak kurang lebih 300 orang. Satu kota terapung diperkirakan bisa memuat hingga 10.000 penduduk. Jumlah tersebut ideal untuk ukuran satu kota yang terdiri atas enam desa.

Satu desa nantinya akan disatukan dalam enam buah struktur heksagonal. Kota tersebut juga akan didesain agar bisa menghasilkan listrik, air bersih, dan panas. Air bersih bisa diproduksi dengan memanfaatkan akuifer yang bisa mengambil air bersih dari udara.

Mesin generator juga dapat menyaring air dari atmosfer untuk diubah menjadi air yang murni dari bakteri dan metal. Bangunan yang bisa dibangun di atas kota ini juga cukup tinggi, yakni bisa mencapai tujuh lantai. Gedung bisa dibangun dari bahan bambu atau kayu.

Rancangan kota terapung ini sendiri digadang-gadang tahan terhadap berbagai bencana alam. Banjir, tsunami, dan badai tidak bisa menaklukkan kota yang berdiri langsung di atas air laut ini.

Di beberapa negara, konsep kota terapung juga bisa menyelamatkan masyarakat dari kenaikan muka air laut. Kenaikan muka air laut sendiri sudah menyentuh angka yang ekstrem.

University of Hawaii Sea Level Center menjabarkan bahwa kenaikan permukaan air laut dunia pada Januari 2018 menyentuh angka 3,9 cm. Kenaikan ini hampir dua kali lipat dengan yang diukur pada 1970.

NOAA Global Climate Map juga menunjukkan data yang tak jauh berbeda. Menggunakan citra satelit, tampak kenaikan air muka laut ini sekitar 3,1 milimeter per tahun. Kenaikan ini di glasier dan lempengan es lainnya. Dengan demikian, bukan tidak mungkin suatu saat akan ada pulau-pulau yang benar-benar tenggelam jika situasi bumi tidak membaik.

Rencananya, kota ini akan dibangun dengan jarak 1,6 kilometer dari pesisir pantai. Uniknya lagi, ‘pulau’ ini juga bisa ditarik ke daerah aman terdekat jika dikhawatirkan terjadi sesuatu.

tips produktif tanpa mengorbankan waktu luang

Tips Produktif Tanpa Mengorbankan Waktu Luang

Menghadapi revolusi industri 4.0

Hadapi Revolusi Industri 4.0, Yuk Perkaya Diri dengan Kemampuan Ini