in

Mengenal Penyebab dan Pencegahan Skizofrenia

penyebab dan pencegahan skizofrenia
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Skizofrenia. Gangguan kejiwaan yang satu ini memang cukup ramai dibicarakan. Bukan hanya karena efeknya yang cukup fatal bagi penderita. Gangguan ini juga cukup banyak diderita. Berbagai penyebab dan pencegahan skizofrenia pun marak disosialisasikan untuk mencegah timbulnya penderita lebih banyak.

Skizofrenia memiliki beberapa gejala yang apabila dua di antaranya sudah diderita lebih dari enam bulan, wajib memeriksakan dirinya untuk didiagnosis. Ciri utama penderita skizofrenia adalah mengalami delusi dan halusinasi.

Beberapa sebab yang dapat mengakibatkan seseorang menderita skizofrenia ada beberapa. Pertama, adanya riwayat keluarga yang memiliki skizofrenia. Penderita yang memiliki garis keturunan tersebut akan punya potensi lebih besar mengidap gangguan kejiwaan ini.

Faktor kedua adalah komplikasi kehamilan. Risiko pada saat seseorang sedang hamil meningkat tujuh kali lipat untuk menderita skizofrenia. Hal ini terutama terjadi pada trimester pertama kehamilan.

Faktor ketiga adalah terganggunya senyawa kimia di otak. Neurotransmitter merupakan zat kimia tersebut. Ia bertanggung jawab menghubungkan otak dengan saraf pengendali fungsi tubuh. Jika neurotransmitter terganggu, sensor motorik tubuh juga akan terganggu.

Gangguan ini bisa disebabkan beberapa faktor antara lain penggunaan obat-obatan terlarang dan gangguan fisik lainnya. Hal lain yang juga bisa berpengaruh adalah fungsi dan struktur otak dari penderita tersebut memang berbeda. Bagian otak yang berhubungan dengan memori memiliki ukuran yang lebih kecil. Hal ini juga bisa terjadi apabila jumlah konektor antarsel otak tidak banyak.

Tak hanya faktor dari dalam, faktor dari luar juga bisa menyebabkan seseorang menderita skizofrenia. Beberapa faktor lingkungan yang bisa berpengaruh antara lain banyaknya tekanan dan status sosial ekonomi yang rendah.

Pencegahan yang bisa dilakukan untuk menanggulangi skizofrenia antara lain adalah adanya evaluasi positif dari lingkungan. Tidak bisa dipungkiri bahwa lingkungan merupakan salah satu faktor yang bisa memengaruhi kejiwaan seseorang. Dengan memberikan feedback positif, akan mencegah seseorang semakin buruk kondisi kejiwaannya.

Pencegahan berikutnya bisa diberikan di lingkungan keluarga. Keluarga adalah yang paling dekat dengan penderita atau calon penderita. Memberikan pemahaman yang cukup tentang mengatasi stres juga bisa dilakukan.

Yang terakhir adalah dengan belajar mengatasi stres. Cara ini bisa dipelajari sendiri. Kamu bisa mulai menyalurkan hobi agar tidak tertekan dengan tuntutan.

miliuner paling di benci di dunia

Sosok Miliuner Paling Dibenci di Dunia, Siapa Dia?

MarcoMarche merupakan

Menyambangi Awal Mula MarcoMarche Berdiri