in

Mengenal Ring of Fire, si Cincin Api Pasifik

Kenapa namanya cincin api?

cincin api pasifik
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Seperti namanya, cincin api pasifik mengelilingi Samudera Pasifik. Di daerah ini, ditemukan banyak gunung berapi yang masih aktif. Oleh karena itu, nama cincin api pasifik disematkan. Dalam bahasa Inggris, daerah ini disebut ring of fire.

Walaupun bernama ‘cincin’, daerah ini sejatinya lebih mirip dengan tapal kuda. Di bagian selatan bumi, lanjutan deretan gunung api ini tidak ditemukan. Jika dihitung, panjang wilayah ini sepanjang 40.000 kilometer, mulai dari ujung Amerika Latin hingga ujung Selandia Baru.

Memiliki banyak gunung api aktif serta terdapat lempeng bumi yang masih aktif bergerak tentu membuat daerah ini sangat rawan terancam gempa bumi.

Sekitar 90 persen dari gempa bumi yang terjadi di dunia memang terjadi di wilayah ini. Sebanyak 81 persen gempa tersebut merupakan gempa terbesar di dunia. Pantas saja jika daerah ini juga dijuluki sebagai ‘sabuk gempa Pasifik’.

Rekor ini mengalahkan ‘sabuk Alpide’ yang menghubungkan Jawa, Sumatera, Himalaya, Mediterania, hingga Antartika. Di daerah ini, gempa yang terjadi hanya 5—6 persen. Sisa persentase gempa terakhir terjadi di Mid-Atlantic Ridge.

Setidaknya, sebanyak 75 persen gunung berapi di seluruh dunia berada di kawasan ini. Total keseluruhan ada 456 gunung api yang masih aktif.

Seluruh gunung tersebut tersebar ke wilayah-wilayah berikut dari selatan hingga utara, meliputi Pegunungan Pantai Pasifik di Amerika Selatan, Amerika Tengah, Pegunungan Pantai Pasifik, Alaska, dan Palung Aleutia di Benua Amerika.

Sementara, mulai dari Rusia yang dekat dengan Kutub Utara, cincin api pasifik membentang dari Palung Kurile, Kepulauan Jepang dan Palung Jepang, Palung Tyukyu, Palung Bonlin, Palung Izo Bonin, Palung Mariana, Palung Yap, Pulau Taiwan dan Palung Taiwan, Kepulauan Filipina dan Palung Filipina, Palung Sunda, Kepulauan Melayu, dan Indonesia di kawasan Asia.

Masih belum berhenti, jejak cincin api pasifik ini membentang hingga kembali ke ujung selatan bumi. Dimulai dari Indonesia, cincin ini bersambung ke Palung Bougainville di Papua Nugini, Palung Tonga, Palung Kermadec, dan berakhir di Selandia Baru.

Wow, sangat luas, bukan?! Walaupun menjadi sumber bencana alam, keberadaan cincin api pasifik ini juga membawa dampak positif. Salah satunya adalah memberikan potensi energi panas bumi yang kini banyak dipakai sebagai energi alternatif di seluruh dunia.

tanda tsunami

Kenali Tanda Tsunami, Waspada Sebelum Terlambat

fitur terbaru WhatsApp

Intip Beragam Calon Fitur WhatsApp Terbaru