in

Mengenal Tuberkulosis yang Mematikan

Disebabkan oleh mikroorganisme yang menyerang parup-paru, hingga bisa sebabkan komplikasi.

Tuberkulosis atau TBC
Foto: pixabay

Ngobrolin.idTuberkulosis atau TBC sudah lama dikenal sebagai salah satu penyakit paling mematikan. Penyakit ini disebabkan oleh mikro-organisme Mycobacterium tuberculosis  yang menyerang paru-paru. Salah satu gejala yang harus dicurigai adalah batuk yang berlangsung lama, yakni lebih dari tiga minggu.

Tak hanya paru-paru, mikro-organisme berbahaya tersebut juga ternyata bisa menyerang tulang, usus, atau kelenjar. Seseorang bisa terkena TBC apabila tertular dari ludah orang yang menderita TBC, baik ketika berbicara, batuk maupun bersin.

Ada beberapa gejala yang menjadi tanda dari seseorang yang mengidap tuberkulosis. Pertama, penderita akan mengalami demam. Ia juga akan lemas dan mengalami penurunan nafsu makan. Akibatnya, berat badan penderita juga akan turun. Penderita biasanya juga akan mengalami nyeri dada dan berkeringat di malam hari.

Gejala yang paling mudah diamati adalah penderita akan mengalami batuk-batuk dalam waktu yang cukup lama. Batuk ini akan berlangsung selama lebih dari tiga minggu. Biasanya, batuk yang diderita juga disertai dahak bahkan darah.

Walaupun Mycobacterium tuberculosis menyerang paru-paru, akibat lain bisa sangat fatal jika TBC menyerang organ tubuh lainnya. TBC bisa menyebabkan kerusakan otak, gangguan mata, kerusakan tulang dan sendi, kerusakan hati, kerusakan ginjal, hingga jantung. Itulah sebabnya TBC disebut sebagai salah satu penyakit mematikan di dunia.

Ada beberapa pengobatan yang bisa diberikan pada seorang penderita tuberkulosis. Tapi sebelumnya, pemeriksaan harus dilakukan agar tidak terjadi salah diagnosis. Cara tersebut dapat melalui pemeriksaan dahak, tes rontgen pada bagian dada, tes darah, dan tes kulit.

TBC disembuhkan jika penderita bersedia mengonsumsi obat-obatan dalam waktu yang cukup lama. Normalnya, penderita TBC akan mengonsumsi berbagai obat dalam kurun waktu enam bulan. Obat tersebut antara lain berupa isoniazid, rimfapicin, pyrazinamide, dan ethambutol.

Jika kamu ingin mencegah penularan penyakit ini, ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Cara ini bisa dilakukan untuk siapa saja. Namun untuk bayi yang berusia di bawah dua bulan, sebaiknya juga dilakukan vaksin agar tidak mudah tertular.

Pertama, gunakan masker saat berada di tempat ramai. Biasakan menutup mulut saat bersin, batuk, dan tertawa. Terakhir, hindari membuang dahak atau meludah di sembarang tempat.

 

superhero lokal

Komik Avengers-nya Indonesia, Ini Superhero Lokal Kita!

aplikasi me-remix lagu

Aplikasi Remix Lagu di Smartphone Kamu