in

Mengenang Jasa Guru di Hari Pendidikan Nasional

Sudahkah kita mengenang kembali jasa para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut?

Hari Pendidikan Nasional
Foto: unsplash

Ngobrolin.id — Memperingati Hari Pendidikan Nasional (2 Mei), apakah kamu masih ingat pada syair di bawah ini?

Terpujilah wahai engkau ibu bapak guru
Namamu akan selalu hidup dalam sanubariku
Semua baktimu akan kuukir di dalam hatiku
Sebagai prasasti trimakasihku tuk pengabdianmu

Engkau sebagai pelita dalam kegelapan
Engkau laksana embun penyejuk dalam kehausan
Engkau patriot pahlawan bangsa
Tanpa tanda jasa

Sudah ingat? Lagu tersebut berjudul Pahlawan Tanpa Tanda Jasa yang diciptakan oleh Sartono, seorang guru sebuah yayasan di Madiun, Jawa Timur. Kecintaannya pada musik dan bidang pendidikan membuat lagu tersebut bisa kita nikmati sekarang.

Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) sendiri diperingati setiap 2 Mei. Alasannya adalah hari tersebut merupakan hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara, seorang tokoh pelopor pendidikan di Indonesia yang juga dijuluki Bapak Pendidikan Nasional.

Ki Hadjar Dewantara mendidikan lembaga pendidikan Taman Siswa pada era kolonialisme Belanda. Ia berasal dari keluarga kaya yang berani menentang kebijakan pemerintah pada masa itu. Dulu, hanya orang kayalah yang boleh bersekolah, sedangkan rakyat lainnya tidak.

Tepat pada 3 Juli 1922, Taman Siswa berdiri di Yogyakarta. Dulunya, Taman Siswa bernama National Onderwijs Institut Taman Siswa. Yayasan ini memiliki prinsip yang hingga kini diterapkan sebagai pedoman para guru.

Pasti kalian sudah sering dengar, dong, tentang prinsip yang disebut Pratap Triloka ini? Prinsip pertama berbunyi ing ngarsa sung tulada berarti di depan memberi teladan. Kedua adalah ing madya mangun karsa atau di tengah membangun kemauan. Prinsip terakhir berbunyi tut wuri handayani yang berarti dari belakang mendukung.

Pahlawan nasional yang satu ini juga pernah menjadi menteri pendidikan setelah kemerdekaan Indonesia. Setelah wafat, hari lahirnya pun diabadikan untuk menghormati jasa-jasanya memajukan pendidikan Indonesia.

Mungkin kita dulu tidak begitu senang ketika Hardiknas berlangsung. Alih-alih libur, sekolah justru menerapkan kebijakan upacara untuk memperingati hari ini. Pidato yang disampaikan dalam upacara pun seringkali tidak singkat.

Padahal, mengenang jasa para pahlawan tanda jasa sudah sebaiknya kita lakukan. Mereka dengan senang hati dan tulus telah mendidik kita. Tidak hanya secara materi, tetapi juga secara spiritual.

Sering kali guru mengajarkan materi kepada kita dengan ajaran yang keras. Padahal, maksud guru adalah mulia, agar kita sebagai siswa menjadi paham. Pun mengajarkan kita tentang kedisiplinan, patuh terhadap orang yang lebih tua dan aturan, serta menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Selamat Hardiknas! Semoga pendidikan Indonesia semakin maju!

 

 

sumber vitamin K

Ternyata Makanan Ini Sumber Vitamin K Bagi Tubuh

banjir bengkulu

Bencana Bengkulu, Duka Indonesia