in

Menjawab Pertanyaan Milenial Seputar Pernikahan dan Katering di Tengah Pandemi

pernikaha di tengah pandemi
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Sejak pandemi Covid-19, kegiatan pernikahan berlangsung dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, mengingat kegiatan tersebut melibatkan banyak orang dalam satu tempat. Karena pandemi baru terjadi 2020 lalu, tak heran banyak calon pengantin yang masih belum mengerti tentang tata cara pernikahan di tengah pandemi. Berangkat dari permasalahan tersebut TBS Online Expo menggelar Talkshow “Mempersiapkan Wedding dan Catering yang Aman di Masa Pandemi” Jumat (28/5) secara virtual melalui www.tbsexpo.com.

Talkshow tersebut menghadirkan narasumber berpengalaman dalam bidang wedding organizer. Narasumber pertama, Whanda Putri, Founder & CEO Nazera Wedding. Narasumber kedua, Dewi May Cahyanti, Marketing Manager Wisma Hijau. Kedua narasumber tersebut membagikan pengalaman dan informasi penting dalam menangani pernikahan di tengah pandemi Covid-19.

Whanda menjelaskan calon pengantin yang akan menikah biasanya akan langsung memperhatikan venue/gedung beserta lokasinya. Banyak calon pengantin mencari venue tempat acara yang menerapkan protokol kesehatan.

“Ada sedikit kekhawatiran, pasti akan menanyakan bagaimana ini lokasinya, untuk gedungnya seperti apa. Untuk venue outdoor itu, bagaimana,” tutur Whanda.

Wisma Hijau sendiri merupakan salah satu tempat penyelenggaraan pesta pernikahan yang cukup aman selama masa pandemi. Hal ini karena Wisma Hijau sudah menerapkan protokol kesehatan untuk menggelar resepsi pernikahan.

“Insya Allah aman. Kenapa saya bilang Insya Allah aman, yang tadi saya sudah jelaskan juga di awal jadi kita memang sudah ada jauh-jauh hari itu kita hubungi Pemkot setempat untuk kita kerja sama. Terus, tempatnya pun kita ini di outdoor, di Wisma Hijau itu. Jadi, kita memang bisa dua, bisa semi-outdoor ada juga outdoor. Tapi memang saat ini kita sarankan lebih yang ke outdoor karena yang sudah disampaikan Mba Whanda, kalau outdoor itu kan sirkulasinya udaranya bagus dan pemantauannya mudah,” papar Dewi.

Wisma Hijau juga menerapkan batasan jumlah tamu undangan hanya menjadi 500 orang. Waktu kunjungannya pun terbagi menjadi dua sesi.

Selain itu, tempat yang akan digunakan untuk pesta resepsi akan disemprot desinfektan saat sebelum dan sesudah acara berlangsung. Tak lupa juga penerapan jaga jarak antartamu, pengecekan suhu tubuh, dan beberapa protokol kesehatan lainnya.

Persiapan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah make up. Whanda mengakui bahwa anak zaman sekarang sangat detail dalam mempersiapkan pesta pernikahan. Hal tersebut terbukti dari perhatian mereka terhadap make up. Jika zaman dulu pengantin sudah terima jasa make up dari sanggar yang mereka sewa, beda halnya dengan anak zaman sekarang. Mereka akan lebih kritis melihat hasil make up dari make up artist dari berbagai media sosial, seperti Instagram.

Tak heran, saat ini banyak calon pengantin yang rela membayar mahal untuk menyewa jasa make up artist pilihan mereka. Di tengah pandemi, pengantin wanita diperbolehkan untuk tidak mengenakan masker, tetapi tetap mengenakan face shield agar make up pada wajahnya dapat dilihat oleh tamu undangan. Namun, para tamu undangan tidak diperkenankan untuk kontak secara langsung dengan pengantin, hanya diperbolehkan untuk salam jarak jauh.

Hal lain yang tidak kalah penting, bahkan sudah seperti saudara sekandung dari resepsi pernikahan, yakni katering. Katering dianggap sebagai hal krusial yang harus dipersiapkan dengan matang agar calon pengantin dapat menjamu tamu undangan dengan baik.

Dewi membagikan beberapa tips ketika calon pengantin ingin memilih katering resepsi pernikahan, di antaranya kehalalan katering yang dapat dilihat dari dokumen legalitas, rasa makanan, bahkan ada customer yang melihat langsung ke dapur Wisma Hijau untuk memastikan keamanan saat proses pembuatan makanan. Wisma Hijau dapat menyajikan katering dalam dua bentuk, yakni boks atau hampers dan prasmanan.

“Dan kalau untuk prasmanan pun, tugas kami itu menyajikannya harus benar-benar safety. Menggunakan hand gloves, pokoknya semua mulai dari masker hingga penutup kepala itu harus komplit,” papar Dewi.

 

biaya cek saldo

Bakal Berlaku 1 Juni, Ini Alasan Cek Saldo dan Tarik Tunai Dikenai Biaya

bridal shower

Bridal Shower, Tradisi Menjelang Pernikahan Kalangan Mineal