in ,

Mental Tak Sehat Sebabkan Anak Jadi Perundung

Anak jadi perundung
Foto: Pixabay

Ngobrolin.id Anak jadi perundung temannya bukan hanya karena kenakalan semata. Studi baru menunjukkan bahwa anak yang memiliki gangguan kesehatan mental 3 kali lebih mungkin melakukan hal kasar kepada teman-temannya. Para peneliti di Brown University melakukan survei terhadap orangtua dari hampir 64.000 anak yang berusia 6—17 tahun yang telah diidentifikasi mengalami gangguan kesehatan mental dan pelaku perundungan (bullying).

Anak jadi perundung
Foto: Pixabay

Pelaku bullying atau si pengganggu, 2 kali lipat lebih mungkin mengembangkan depresi, kecemasan, dan gangguan pemusatan perhatian. Para pengganggu juga diketahui 6 kali lipat lebih mungkin mengembangkan sikap memberontak. Anak yang suka mem-bully atau merundung temannya cenderung menempatkan diri sebagai pihak oposisi yang ditandai dengan kemarahan berkelanjutan hingga membangkitkan permusuhan.

Terutama terhadap sosok yang menurutnya otoriter seperti orangtua, guru atau orang dewasa lainnya. Hasil studi tersebut dipresentasikan dalam pertemuan tahunan American Academy of Pediatrics di New Orleans, seperti dilansir ABC News, Kamis (25/10/2012).

“Studi ini dapat menjelaskan bahwa anak-anak pelaku bullying mungkin memiliki masalah terhadap kesehatan mentalnya sehingga memerlukan perhatian khusus,” kata Dr. Stefani Hines, pimpinan Beaumont Children’s Hospital di Royal Oak, Michigan, yang tidak terlibat dalam studi tersebut.

Menurut Alan Hilfer, kepala psikolog di Maimonedes Medical Center di Brooklyn, New York, gangguan mental seperti ADHD seringkali menyebabkan perilaku agresif impulsif di antara para pelaku bullying.

“Perilaku bullying seringkali merupakan pelampiasan kekerasan sosial yang dialami oleh pelakunya sendiri,” kata Hilfer.

Peneliti menyatakan bahwa dukungan seringkali hanya diberikan kepada orang-orang yang di-bully saja karena dipandang sebagai korban. Tetapi pelaku bullying juga harus dipandang sebagai korban yang membutuhkan bantuan untuk mengubah perilaku tersebut.

Studi ini tidak menunjukkan adanya kemungkinan bahwa pelaku bullying dapat memiliki gangguan kesehatan mental, tetapi beberapa anak yang memiliki gangguan mental lebih cenderung diidentifikasi sebagai pengganggu.

Para ahli menyatakan bahwa penting bagi orangtua, dokter dan guru untuk mengidentifikasi akar kemarahan anak-anak pelaku bullying dan membantu mengatasi kemarahan penyebab perilaku bullying dengan cara yang lebih baik.

“Orang tua dari pelaku bullying harus lebih memperhatikan anak-anaknya dan mencari pengobatan bagi anaknya yang diidentifikasi memiliki gangguan kesehatan mental,” kata Hilfer.

warna baju untuk kulit sawo matang

7 Rekomendasi Warna Baju untuk Kulit Sawo Matang

asal mula hari buruh sedunia

Asal Mula Hari Buruh Sedunia