in ,

Menyelisik Karier Didi Kempot Sang Maestro Patah Hati

Sudah pernah patah hati bersama Didi Kempot?

Didi Kempot
Foto: instagram indiestination

Ngobrolin.id — Terkenal dengan nama panggung Didi Kempot, penyanyi kelahiran Solo yang satu ini banyak membawakan lagu bertema patah hati. Tak heran jika berbagai julukan lekat padanya. Mulai dari Godfather of Broken Heart, Lord Didi, hingga Bapak Patah Hati Nasional.

Tiga dekade berkarier di dunia hiburan, tidak membuat Didi Kempot kehilangan pesonanya. Pria ini justru naik daun setelah namanya banyak diperbincangkan di dunia maya. Bermula dari banyaknya lagu patah hati yang beredar di Indonesia, hingga para warganet berbondong-bondong menjuluki pria ini sebagai the Godfather of Broken Heart.

Didi Kempot terlahir dengan nama Didi Prasetyo. Ia adalah anak dari Ranto Edi Gudel, seorang pelawak terkenal yang akrab disapa Mbah Ranto. Dunia industri hiburan juga ditekuni oleh kakaknya, Mamiek Prakoso, yang merupakan salah satu pelawak senior di grup Srimulat. Sayangnya, kedua orang yang berpengaruh bagi Didi Kempot tersebut sudah berpulang.

Nama ‘Kempot’ sendiri disematkan karena ia merupakan anggota dari grup Kempot alias Kelompok Pengamen Trotoar. Dalam bahasa Jawa, kempot juga bisa diartikan sebagai pipi tirus sehingga Didi Kempot kerap kali disangka memiliki pipi tirus.

Pria berambut gondrong ini setidaknya sudah menciptakan hingga lebih dari 700 lagu. Sebagian besar lagu yang ia ciptakan dinyanyikannya sendiri. Dalam wawancara bersama Gofar Hilman, Didi Kempot menyebutkan telah menciptakan 700 hingga 800 lagu dalam kariernya sebagai musisi.

Lagu-lagu yang ia ciptakan pun sebagian besar menggunakan bahasa Jawa. Baginya, melantunkan tembang dalam ‘bahasa ibu’ bukanlah sesuatu yang memalukan. Lirik lagu yang kebanyakan berisi mengenai sakit hati, jadi ciri khasnya.

Kebanggaannya menyanyikan lagu berbahasa daerah tercermin dari cara Didi Kempot melantunkan lagu-lagunya tersebut. Bahkan, para fans Didi Kempot ada pula yang tidak bisa berbahasa Jawa namun tetap menikmati lantunan musisi berusia 52 tahun tersebut.

Alasan penyanyi campur sari ini tidak ragu memilih bernyanyi dalam bahasa Jawa karena musik adalah bahasa yang universal. Boleh jadi kita tidak mengerti arti liriknya, tapi nada-nada yang dimainkan sudah mencerminkan isi dari lagu tersebut. Sama seperti ketika kita mendengarkan lagu dalam bahasa Inggris, Korea, ataupun bahasa asing lainnya, bukan?

Tak banyak yang menyangka, Didi Kempot justru mengawali popularitasnya dari luar negeri. Adalah Suriname menjadi negara yang selalu menyambutnya dengan suka cita.

planet yang diperkirakan bisa ditinggali

Diperkirakan Bisa Dihuni, Intip 4 Planet Selain Bumi Ini

lagu terbaik Didi Kempot

7 Lagu Terbaik Didi Kempot, Auto-Bikin Patah Hati