in

Naik KRL Tidak Bisa Tunai Lagi

pembelian tiket KRL
FotoL instagram

Ngobrolin.id — Moda transportasi KRL tak pernah sepi pengguna, terutama saat jam berangkat dan pulang kerja. Ramainya antrean juga terjadi saat pemesanan tiket. Mengantisipasi hal tersebut, pembelian tiket KRL kini tidak bisa lagi dilakukan dengan uang tunai di lima stasiun.

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) tidak lagi menerima uang tunai dalam pembelian tiket kereta rel listrik atau KRL. Terhitung 1 Agustus 2019, kebijakan tersebut mulai ditetapkan pada lima stasiun. Pembelian tiket tersebut hanya bisa dilayani menggunakan uang elektronik untuk menunjang masyarakat tanpa uang tunai atau cashless society.

Kelima stasiun yang dimaksud adalah Stasiun Sudirman, Stasiun Palmerah, Stasiun Cikini, Stasiun Universitas Indonesia, dan Stasiun Taman Kota.

Tiket harian berjaminan atau THB sudah tidak bisa lagi digunakan untuk naik di stasiun tersebut jika aturan ini diterapkan. Namun, penumpang tetap dapat turun di stasiun tersebut meskipun menggunakan THB tanpa melakukan isi ulang ataupun refund uang jaminan kartu.

Hal tersebut dilakukan untuk menunjang penggunaan kartu multi-trip atau KMT dan kartu uang elektronik milik bank-bank. KMT bisa dibeli di stasiun dengan harga Rp30.000 per kartu dan sudah bersisi saldo senilai Rp10.000.

Sementara, kartu uang elektronik yang bisa digunakan adalah e-money Mandiri, tap cash BNI, brizzi BRI, dan Flazz BCA. Uang elektronik yang dikeluarkan oleh masing-masing bank bisa diisi ulang di ATM ataupun minimarket yang sudah bekerja sama.

Hingga saat ini, pihak KCI sudah melakukan sosialisasi melalui banner dan poster yang dipasang di lima stasiun tersebut. Selain itu, masinis dan petugas stasiun juga rutin menginformasikan pemberitahuan tersebut kepada para pengguna KRL.

Sebelumnya, hal ini juga sudah diujicobakan pada kereta api yang dikelola oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pembelian tiket untuk kereta api lokal dan kereta api jarak jauh bisa dilakukan melalui aplikasi pembayaran.

Perusahaan aplikasi yang menjadi partner PT KAI adalah LinkAja. Perusahaan BUMN tersebut merupakan gabungan dari tujuh BUMN yang sebelumnya memiliki uang elektronik masing-masing. Perusahaan BUMN tersebut adalah Telkomsel, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Bank Negara Indonesia (BNI), Bank Tabungan Negara (BTN), Pertamina, dan Asuransi Jiwasraya.

Sal Priadi Belum Tidur

‘Belum Tidur’, Kolaborasi yang Membius Telinga

jenis bubur asli Indonesia

6 Bubur Asli Indonesia Ini Punya Rasa Juara