in

Norwegia Bakal Buat Aturan untuk Influencer Tidak Boleh Menipu Pemirsa

norwegia
foto: Unsplash

Ngobrolin.id Influencer memang bekerja untuk memberikan konten yang menghibur dan edukatif kepada pemirsa. Sumber pendapatan mereka adalah kerja sama dengan beberapa brand atau instansi yang tertarik untuk mempromosikan produk atau program yang dimilikinya. Saat ini Pemerintah Norwegia tengah menyiapkan aturan kepada influencer untuk tidak menipu pemirsa sehingga mereka harus memberikan keterangan ‘edit’ jika foto tersebut diedit.

Dilansir dari berbagai sumber, parlemen Norwegia akan mengesahkan undang-undang yang mengatur pengeditan foto sebgai iklan yang diunggah di media sosial.

Menurut Kementerian Keluarga dan Anak Norwegia, UU tersebut merupakan salah satu upaya untuk mengatasi masalah citra tubuh di masyarakat. Pasalnya, banyak orang yang terintimidasi karena melihat unggahan yang menampilkan kesan citra fisik yang sempurna.

Kebijakan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat dan signifikan untuk membatasi efek negatif dari iklan atau promosi tersebut, khususnya pada anak-anak dan remaja yang masih labil.

Pasalnya, saat ini tekanan terhadap citra tubuh sangat mudah hadir di berbagai tempat, seperti tempat kerja, ruang publik, rumah, dan lain-lain. Tekanan tersebut sulit terlihat dan sulit dilawan.

Efek psikologis pada penggunaan media sosial memang sudah menjadi topik hangat yang sering diangkat saat ini. Sudah banyak berbagai kebijakan yang dikeluarkan oleh pendiri platform untuk meminimalisir hal tersebut, seperti Instagram yang pernah berencana menyembunyikan jumlah tanda suka pada unggahan. Tak heran, Pemerintah Norwegia mulai mengambil langkah untuk mencegah dampak buruk dari media sosial tersebut.

Sejauh ini UU tersebut baru mengatur pembuatan konten untuk mencantumkan keterangan ‘edit’ jika foto yang diunggah memang diedit. Misalnya, seperti mengedit bagian bibir atau membuat ilusi otot dan area tubuh menjadi lebih ramping. Nah, mereka harus mencantumkan jika unggahan tersebut sudah diedit pada bagian-bagian tertentu. Kalau influencer tersebut bandel, siap-siap saja hukuman penjara akan menantinya.

Undang-undang tersebut berlaku untuk unggahan yang bersifat komersial untuk seluruh platform media sosial, seperti Facebook, TikTok, Twitter, dan lain-lain. Namun, hingga saat ini belum ada keterangan hukuman dan jumlah denda yang perlu dibayar oleh influencer yang nakal.

anosmia

Cara Berdamai dengan Anosmia yang Tengah Dirasakan

film Indonesia

Netflix, Berawal dari Jasa Penyewaan Kaset DVD Hingga Menjadi Platform Streaming Film Terkenal