in ,

Para Ahli Menyebut Covid-19 Sudah Sindemi, Begini Pengertiannya

pahami istilah sindemi ini

sindemi
foto: Pixabay

Ngobrolin.id— Istilah sindemi sudah muncul sejak era 1990-an di Amerika Serikat. Belakangan banyak portal berita yang menggunakan istilah tersebut, katanya Covid-19 yang terjadi di Indonesia sudah bukan pandemi lagi, melainkan sindemi.

Sindemi merupakan akronim atau kependekan dari dua kata yang digabung, yaitu sinergi dan pandemi. Kata tersebut digunakan untuk menggambarkan tentang serangan dua penyakit atau lebih yang saling berinteraksi di suatu daerah.

Sederhananya, ada beberapa epidemi yang terjadi bersamaan di suatu negara. Kedua epidemi tersebut saling bersinergi menjadi masalah kesehatan yang bisa berlangsung secara regional hingga global. Misalnya, seseorang terkena obesitas dengan diabetes. Seseorang yang sudah terkena obesitas akan rentan terkena diabetes.

Sindemi bukan merupakan bagian dari tingkatan yang dikenal dalam bidang public health. Tingkatan paling tinggi masih tetap dipegang oleh pandemi, di bawahnya ada epidemi, wabah nasional atau bencana nasional, dan paling bawah adalah wabah lokal atau kejadian luar biasa.

Para ahli banyak yang menggunakan istilah sindemi untuk pendekatan metodologis. Dilansir dari kompas.com, Epidomolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, menjelaskan bahwa banyak negara yang terdampak Covid-19 sudah mengalami sindemi, salah satunya adalah Amerka Serikat.

Faktor penyebab sindemi di setiap negara berbeda-beda sehingga kondisinya tidak bisa disamakan. Hal tersebut disebabkan oleh penanganan pandemi di setiap negara yang digunakan juga berbeda-beda. Namun, istilah sindemi dianggap sudah cukup tepat digunakan untuk menggambarkan kondisi yang terjadi di Indonesia.

Pasien Covid-19 di Indonesia biasanya sudah lebih dahulu mengidap penyakit lain sehingga membuat dirinya rentan terpapar virus Covid-19. Kedua penyakit tersebut menyatu dan menghasilkan penyakit yang cukup berbahaya.

Pandemi Covid-19 memang masih belum usai hingga saat ini, masih banyak pekerjaan rumah yang harus ditingkatkan untuk memotong rantai penyebaran virus. Kesadaran masyarakat masih sangat dibutuhkan untuk mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan, seperti mencuci tangan, menggunakan masker, jaga, jarak, dan meningkatkan imun tubuh.

Golongan yang paling banyak merasakan dampak pandemi adalah warga miskin, perempuan dan anak-anak, kelompok marjinal, serta penyandang disabilitas.

 

 

 

Karya Pustaka 2020

Buku Berkebun Kopi Penebar Swadaya Raih Predikat Terbaik Pertama

bioskop di jakarta

Daftar Bioskop di Jakarta yang Sudah Dibuka