in ,

Peluang Penerbit Raup Untung dari Adaptasi Buku ke Film

Ada banyak buku yang sukses difilmkan, lho.

kesukesan adaptasi buku ke film
Foto: ngobrolin

Ngobrolin.id — Siapa yang tidak kenal Dilan, anak SMA kepala geng motor yang berjaket jeans, tokoh rekaan Pidi Baiq dalam novel Dilan 1990 dan Dilan 1991. Senada dengan novelnya yang laris manis di pasaran, pun filmnya (Dilan 1990) berhasil membius anak-anak muda untuk berduyun-duyun ke bioskop. Ya, itu menjadi salah satu kesukesan adaptasi buku ke film, selain Laskar Pelangi (2008).

Polmas Sihombing, selaku Wakil Ketua Bidang I Ikapi DKI Jakarta, dalam sambutannya pada acara Ngopi Jaya (Ngobrol Pintar-Ikapi Jakarta) dengan tema “Buku ke Film dan Film ke Buku: Strategi Marketing dan Peluangnya”, Kamis (2/5), menyebutkan bahwa peluang ini bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi penerbit.

“Ada peluang untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi penerbit. Salah satunya memfilmkan buku (adaptasi buku ke film) atau membukukan film (adaptasi film ke buku),” ujar Polmas.

Ngobrol bareng ini menghadirkan pembicara utama seperti Parsaulian Pakpahan (penasihat sutradara) yang mewakili Dedy Arliansyah, sutradara film Selembar itu Berarti, Ninit Yunita (penulis novel dan script film), dan Abdul Ajid (SBU Mizan). Bertempat di Upnormal Coffe Roaster Wahid Hasyim, Jakarta, diskusi berlangsung selama 2 jam.

Parsaulian dalam pemaparannya mengatakan bahwa membukukan film (adaptasi buku ke film) sangat memungkinkan dilakukan. Ini terbukti dari terbitnya novel Selembar itu Berarti yang berjudul sama dengan filmnya. Film yang meraih dua penghargaan dari MURI ini, diangkat kembali oleh Suryaman Amipriono menjadi novel dan diterbitkan Literatur Media Sukses.

Senada dengan Parsaulian, Ninit juga mengakui bahwa adaptasi dari buku ke film dan sebaliknya memang bisa dan biasa dilakukan. Hanya saja, ada beberapa penyesuaian. Karya-karya Ninit antara lain Test Pack, Mari Lari, Heart, Mendadak Dangdut, Belok Kanan Barcelona, dan banyak lagi.

Sementara, Abdul Ajid, yang akrab disapa Kang Ajid, menyebutkan pendapatan penerbit dari kesuksesan adaptasi buku ke film cukup menggiurkan. Sebagai contoh, film Dilan 1990 yang sudah meraup pendapatan sebesar Rp233 miliar.

Buku lainnya yang sukses difilmkan menurut data dari Gramedia Blog yang dirangkum dari filmindonesia.or.id adalah Rasuk (Rp33 miliar), A Man Called Ahok (Rp54 miliar), Wiro Sableng (Rp57 miliar), Teman Tapi Menikah (Rp61 miliar), Asih (Rp63 miliar), dan Danur 2 (Rp82 miliar).

Kesuksesan adaptasi film ke (menjadi) buku sejauh ini belum terlihat. Namun, ada pasar tersendiri untuk itu, seperti yang diungkapkan Kang Ajid.

“Selalu ada pasar untuk itu (film ke buku). Meskipun pasarnya tidak banyak. Sebab, biasanya penikmat film akan penasaran juga dengan (produk) bukunya. Demikian juga dengan pembaca buku yang pastinya akan penasaran dengan karya film dari buku yang dibacanya,” tutur Kang Ajid.

“Nah, sekarang bagaimana mengemasnya (film ke buku) menjadi hal yang menarik pembaca lain. Misalnya, dengan menggunakan cover film sebagai cover buku (novel), naskah (buku) dari film ditulis oleh penulis terkenal yang punya massa (follower), promo di media sosial, dan lainnya,” tambah Kang Ajid.

lokasi wisata populer tempat meregang nyawa

5 Lokasi Wisata Populer Tempat Meregang Nyawa

manfaat protein hair treatment

Manfaat Protein Hair Treatment Buat Rambutmu Makin Indah