in ,

Pembalut Sekali Pakai Termasuk Limbah yang Berbahaya Bagi Lingkungan

pembalut sekali pakai
foto Pixabay

Ngobrolin.id Ladies, kamu pasti kenal dengan pembalut, salah satu kebutuhan yang harus disiapkan setiap bulannya. Pembalut berfungsi menampung darah menstruasi agar tidak tembus ke celana. Namun, tahukah kamu, kalau sebetulnya pembalut sekali pakai itu termasuk limbah yang berbahaya bagi lingkungan.

Pembalut termasuk limbah yang sulit terurai karena di dalamnya terdapat plastik. Limbah ini membutuhan waktu selama beratus-ratus tahun untuk bisa terurai. Plastik tersebut biasanya digunakan unutk membungkus pembalut dan merekatkan pembalut ke celana dalam. Katanya, satu pack pembalut itu setara dengan 4 kantong plastik, lho!

Sebagian orang kerap membakar pembalut, padahal ini merupakan tindakan yang salah karena pembakaran tersebut menghasilkan dioksin yang berbahaya bagi manusia.

Selain itu, pembalut juga mengandung pemutih yang digunakan pada bagian bantalan. Kandungan tersebut dapat mencemari tanah dan air. Ada beberapa jenis pembalut yang juga dilengkapi dengan wewangian sintetis yang terbuat dari 3.900 bahan kimia. Bahan kimia tersebut berkaitan dengan sifat karsinogen yang dapat memicu alergi dan iritasi.

Pembalut sekali pakai yang berakhir di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) seiring berjalannya waktu akan mengeluarkan gas metana yang dapat mencemari lingkungan. Gas metana tersebut merupakan salah satu unsur di dalam gas rumah kaca yang menyebabkan kenaikan temperatur di permukaan bumi.

Coba bayangkan, satu orang wanita perlu mengganti pembalut setiap 3—4 kali sehari, lalu dikalikan dengan lamanya periode menstruasi, kemudian dikalikan lagi dengan banyaknya wanita yang menggunakan pembalut di seluruh dunia. Akan ada banyak sampah pembalut yang dihasilkan setiap harinya, bukan?!

Untuk menggantikan peran pembalut sekali pakai, kamu bisa menggunakan pembalut yang dapat dicuci ulang ataupun menstrual cup. Saat ini sudah banyak aktivis peduli lingkungan yang mulai fokus mengedukasi masyarakat terkait bahaya pembalut.

Pembalut yang dapat dicuci dan dipakai ulang serta menstrual cup dinilai lebih ramah lingkungan dan aman bagi wanita. Namun, penggunaan menstrual cup di Indonesia sendiri masih terbilang jarang dan masih banyak wanita yang takut untuk menggunakannya. Kalau kamu termasuk yang takut menggunakan menstrual cup, kamu bisa menggantinya dengan pembalut yang dapat dicuci ulang.

Lord Adi

Kenal Lebih Dekat dengan Lord Adi, Pembangun Kekaisaran di MasterChef Indonesia

film Indonesia

Deretan Film Indonesia yang Bagus di Netflix