in

Penyakit Ini Bisa Timbul Karena Asap Kebakaran Hutan

Semoga segera padam tanpa menimbulkan korban jiwa.

penyakit akibat asap kebakaran hutan
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Kebakaran hutan yang masif membayangi dua pulau besar di Indonesia, Kalimantan dan Sumatera. Luasan lahan hutan yang terbakar juga sudah mendekati wilayah pemukiman. Kebakaran ini jelas menimbulkan banyak dampak negatif. Bagi masyarakat yang tinggal di daerah terdampak, berbagai penyakit akibat asap kebakaran hutan mengintai mereka dengan ancaman serius.

Asap yang terus mengepul dari kebakaran hutan yang tak kunjung padam. Tingginya tingkat pencemaran udara sudah melesat jauh di atas normal. Dikabarkan, skala zat beracun yang beredar di udara daerah hutan terbakar hingga 10 kali polusi yang kerap menyelimuti Jakarta. Tak ayal, hal tersebut menimbulkan banyak penyakit akibat asap kebakaran hutan.

Dalam jangka pendek, asap tersebut dapat menyebabkan luka-luka. Iritasi terjadi pada selaput lendir mata, hidung, hingga tenggorokan. Gejala yang dialami penderitanya adalah mata berair dan perih, hidung berair, dan rasa tak nyaman pada tenggorokan. Lebih lanjut, penderita akan merasakan mual, sakit kepala, dan terjangkit infeksi saluran pernapasan akut alias ISPA.

ISPA disebabkan oleh bakteri dan virus. Paparan asap dapat meningkatkan kemungkinan ISPA karena terjadi tekanan aktivitas makrofag dalam darah. Akibatnya, penyakit pneumonia dan penyakit pernapasan lainnya sangat rentan menyerang.

Banyaknya zat berbahaya yang menyebar melalui udara juga akan memengaruhi kualitas paru-paru. Ketika menghirup asap kebakaran, akan terjadi penurunan kapasitas paksa dan volume ekspirasi paksa detik pertama. Hal ini langsung berdampak pada saluran pernapasan.

Asap kebakaran hutan sangat berbahaya bagi penderita asma. Jika mereka menghirup asap tersebut, penderita akan mengalami inflamasi dan konstruksi jalan napas.

Jika terjadi dalam jangka waktu yang lebih panjang, menghirup asap hasil kebakaran hutan tentu saja sangat berbahaya dan mengancam nyawa manusia. Salah satu akibatnya adalah meningkatnya hiperaktivitas saluran napas.

Gas karbon monoksida sangat berbahaya bila bereaksi dengan hemoglobin dalam darah. Sayangnya, kebakaran hutan telah melepaskan banyak gas karbon monoksida ke udara yang tidak hanya membahayakan manusia, tapi seluruh makhluk hidup.

Keracunan gas karbon monoksida dalam jumlah banyak akan mengakibatkan sakit kepala. Selain itu, mual, depresi, dan gangguan neurologis juga akan dialami orang yang menghirup gas beracun tersebut. Gangguan lain yang tak kalah berbahaya adalah jantung koroner.

Seiring dengan sangat berbahayanya pembakaran hutan yang semakin meluas, mari membantu saudara kita yang sedang dalam kesulitan. Kirimkan donasi kepada lembaga tepercaya, panjatkan doa, dan jangan lupa untuk terus memantau perkembangan mereka.

 

tanda atasan tidak puas

Kenali Tanda Atasan Tidak Puas, Saatnya Introspeksi

ajang Oscar 2020

Wakili Indonesia di Ajang Oscar 2020, yang Mana Jagoanmu?