in

Penyebab Keguguran, Kenali dan Antisipasi

Kenali penyebabnya sebagai berikut

penyebab keguguran
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Keguguran menjadi ketakutan tersendiri bagi ibu hamil. Keinginan untuk menjadi ibu dan memiliki buah hati harus tertunda. Jangan sedih, Moms. Yuk, kenali beberapa penyebab keguguran yang paling umum untuk menanggulangi terjadinya keguguran.

Keguguran dialami oleh 15—25 persen kehamilan yang diketahui. Sementara, 80 persen keguguran terjadi pada usia janin saat trimester pertama. Risiko keguguran akan terus berkurang setelah 20 minggu kehamilan.

Penyebab keguguran yang pertama adalah kromosom abnormal. Keguguran ini biasanya terjadi pada 13 minggu pertama kehamilan. Kromosom janin yang tidak normal ini berhubungan dengan genetik yang menentukan ciri khas bayi. Ibu dapat mengalami keguguran yang disebabkan hal ini ketika usianya telah menginjak 35 tahun dan lebih.

Selain itu, ada pula masalah kesehatan yang dimiliki oleh ibu. Penyebab keguguran ini sering terjadi pada trimester kedua. Berbagai masalah kesehatan yang dialami ibu dan berpotensi menyebabkan keguguran adalah diabetes, tekanan darah tinggi, penyakit kelenjar tiroid, dan permasalahan dengan uterus.

Tak bisa dimungkiri bahwa gaya hidup juga berpengaruh pada kesehatan ibu hamil. Bila seorang ibu hamil sering mengonsumsi narkoba dan obat-obatan terlarang, kemungkinan kegugurannya pun akan meningkat.

Selain itu, keguguran juga dapat terjadi karena adanya paparan dari lingkungan. Ibu hamil yang merupakan perokok pasif lebih rawan mengalami keguguran daripada bukan perokok aktif ataupun pasif. Selain itu, paparan merkuri juga meninggikan risiko ini yang bisa didapatkan dari lampu, termometer, dan pestisida.

Keguguran juga dapat disebabkan oleh adanya permasalahan pada serviks. Otot serviks yang melemah dan tidak bisa menahan fetus bisa terjadi memasuki kehamilan trimester kedua.

Selain itu, penyakit lain yang berkemungkinan menyebabkan keguguran adalah PCOS atau polycystic ovary syndrome. Penyakit ini merupakan kista yang terdapat di daerah ovarium. Akibatnya, ukuran ovarium tampak lebih besar daripada ovarium pada umumnya.

Sindrom yang satu ini disebabkan oleh perubahan hormon tubuh. Akibatnya, kesuburan seseorang pun dapat terpengaruh terutama dalam kemampuannya memproduksi sel telur.

Terakhir, trauma juga dapat menyebabkan keguguran. Trauma fisik yang disebabkan dari aktivitas terlalu berat dapat mengakibatkan ibu hamil mengalami keguguran. Selain itu, trauma mental juga dapat memiliki dampak yang sama.

 

pekerjaan untuk penulis

Jenis Pekerjaan Buat Kamu yang Suka Nulis

sering begadang

Sering Begadang? Jangan Lupa Lakukan Hal Ini