in ,

Perkembangan Puisi yang Tak Lekang oleh Waktu

sejarah puisi di Indonesia
Foto: unsplash

Ngobrolin.id—Menyambut hari puisi yang jatuh pada hari ini, yuk kita mulai telaah lagi sejarah puisi di Indonesia. Puisi sendiri sudah jadi salah satu sejarah bangsa yang tidak bisa dilepaskan. Berbagai tokohnya bahkan mampu menggebrak pemerintah lewat karyanya.

Puisi angkatan 20 (era Balai Pustaka)

Angkatan pertama puisi di Indonesia ini dinamakan angkatan Balai Pustaka karena pada saat itu, buku-buku sastra banyak diterbitkan oleh Penerbit Balai Pustaka. Puisi dan sastra tersebut mulai banyak dierbitkan sejak 1920-an.

Puisi pada masa ini masih menggunakan rima yang mirip dengan pantun, yaitu bersajak a-b-a-b. Temanya pun sesuai dengan keadaan ekonomi, sosial, dan politik pada saat itu.  Penyair yang terkenal pada era puisi lama antara lain Muhammad Yamin. Di era ini pula, beberapa karya besar dari Abdul Muis dan Marah Rusli lahir.

Puisi angkatan pujangga baru

Pada masa ini, pola puisi yang mirip pantun sudah jarang dijumpai. Aliran puisi yang dianut umumnya adalah romantik idealisme. Umumnya, tema puisi seputar masalah kebangsaan dan nasionalisme.

Penyair yang terkenal pada masa ini antara lain Sutan Takdir Alisyahbana, Amir Hamzah, dan Armijn Pane. Karya Sutan Takdir Alisyahbana yang berjudul Layar Terkembang menjadi pelopor sastra angkatan pujangga baru.

Angkatan 45

Angkatan 45 ditandai dengan semakin banyaknya puisi-puisi yang dibuat dengan menggunakan bahasa Indonesia baru. Bahasa ini tidak lagi bercampur dengan bahasa Belanda dan bahasa Melayu.

Tulisan yang dihasilkan pun lebih ekspresif, meledak-ledak, dan penuh vitalitas. Beberapa penyair yang berjaya pada era ini adalah Chairil Anwar, Sitor Situmorang, dan Harjadi S. Hartowardjojo.

Periode 1950-an

Ciri puisi yang dibuat pada era ini adalah bergaya naratif atau dibuat dalam bentuk cerita. Nuansa karya cenderung muram dan bertema sosial. Topik yang biasa digunakan adalah kemiskinan dan protes sosial.

Karya yang menandai periode ini adalah terbitnya majalah sastra Kisah yang merupakan asuhan dari HB Jassin. Beberapa penyair yang terkenal pada era ini antara lain WS Rendra, Ramadhan Karta Hadimaja, dan Toto Sudarto Bachtiar.

Angkatan 66

Ditandai dengan adanya rintisan baru pada puisi, yaitu puisi mantra dan konkret. Puisi pada era ini memiliki ciri naturalis, realis, dan eksistensialis. Penerbit Pustaka Jaya banyak membantu dalam penerbitan buku puisi pada masa ini.

Beberapa penyair angkatan 66 adalah Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, Linus Suryadi AG, hingga Goenawan Mohamad.

Puisi kontemporer

Roman percintaan tumbuh subur pada masa ini. Begitu pula dengan pertumbuhan puisi yang semakin lama semakin luas. Adanya eksplorasi sejumlah kemungkinan baru menandai pergerakan puisi kontemporer. Penjungkirbalikan kata-kata dan penciptaan idiom baru merupakan salah satu ciri.

Nama-nama penyair puisi kontemporer antara lain Sutardji Calzoum Bachri dan Emha Ainun Najib.

 

Hari Puisi Nasional

Hari Puisi Nasional, Yuk Berkenalan dengan Penyair Ternama Indonesia

cara mengobati batuk pilek

Obati Batuk Pilek dengan Cara Ini