in

Pernah Menjalani Toxic Relationship? Yuk Ambil Hikmahnya

toxic relationship
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Menjalin hubungan dengan seseorang selalu menyajikan tantangan yang berbeda-beda. Level tertinggi yang bisa kamu jalani adalah saat menjalin toxic relationship dengan kekasihmu. Alih-alih bikin bahagia, hubungan tersebut justru merugikan.

Toxic relationship bisa terjadi ketika pasangan melakukan kekerasan, bersikap terlalu posesif dan mengekang, serta menghalangi banyak kesempatan kita. Jika kamu sudah sadar berada dalam hubungan yang ‘beracun’ ini, lebih baik segera akhiri, ya.

Pernah menjalin toxic relationship dan sudah berhasil mengakhirinya, kamu nggak harus menyesali hal tersebut, kok. Ada banyak hikmah yang bisa diambil ketika sudah mengakhiri hubungan tersebut. Daripada bikin dongkol, lebih baik ambil pejalaran, yuk.

Pertama, kamu jadi lebih tahu jika pasanganmu tak lagi setia. Toxic relationship juga bisa terjadi jika pasanganmu selingkuh dan kamu tidak berdaya menghadapinya. Dengan pernah mengalami hal tersebut, kamu tak lagi bisa dibohongi jika pasangan barumu selingkuh.

Kedua, kamu bisa lebih menghargai kesendirianmu. Menjadi single dan tidak terikat hubungan bisa sangat menyenangkan, lho. Apalagi sesudah menghadapi toxic relationship, kamu membutuhkan waktu untuk beraktivitas sendirian.

Dengan menjadi single, kita bisa melakukan apa saja tanpa perlu mengkhawatirkan perasaan pasangan kita. Kita bisa liburan, berpetualang, hingga bertemu banyak orang baru.

Ketiga, tanpa kita sadari dengan menjalani hubungan yang toxic, kita jadi tahu seberapa kuat diri kita. Seseorang terbiasa untuk menata hatinya ketika sudah tidak bisa menerima perlakuan pasangan. Tentu saja hubungan yang seperti itu lebih baik tidak diteruskan. Setidaknya, kita jadi tahu bahwa kita mampu lepas dari hal tersebut.

Keempat, kita jadi bisa belajar melepaskan. Mengikhlaskan hubungan yang sudah terjalin lama demi membuka lembaran baru tentu tidak mudah. Ada banyak halangan yang harus dihadapi. Mulai dari cibiran teman, merasa kesepian, hingga melakukan apa pun sendirian.

Namun, menjalin toxic relationship juga bukan jawaban dari kebutuhan akan hubungan. Lebih baik, lepaskan yang merugikan dan terus melanjutkan hidup, bukan?!

Terakhir, saat menjalin hubungan yang tidak sehat dan merugikan, secara tidak langsung kita jadi tahu pasangan seperti apa yang benar-benar kita inginkan. Tentu saja kita menginginkan teman hidup yang bisa memahami, mengerti keinginan kita, dan menyayangi kita tanpa mengikat terlalu erat.

Daripada disesali, yuk mulai syukuri. Toxic relationship juga punya dampak positif kok bagi mantan korbannya.

burung asli Indonesia

Burung Ini Hanya Ada di Indonesia

pemicu maag

Faktor Pemicu Maag, Kenali dan Cermati