in ,

PLTSa, Ubah Sampah Jadi Bahan Baku Pembangkit Listrik

sampah
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Permasalahan sampah memang tidak pernah ada habisnya, hingga saat ini permasalahan tersebut masih menjadi pekerjaan rumah bagi Indonesia. Sudah banyak inovasi yang diciptakan untuk mengatasi permasalahan tersebut, salah satunya dengan mengubahnya menjadi bahan baku pembangkit listrik.

PLN akan menggunakan sisa sampah untuk diolah menjadi biomassa atau pelet dengan teknologi refuse derived fuel. Biomassa tersebut akan digunakan sebagai bahan baku untuk co-firing Pembangkit Listrik Tenaga Uap.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat pada 2020 total produksi sampah nasional sudah mencapai 67,8 juta ton. Ini artinya, ada sekitar 185.753 ton sampai setiap harinya yang dihasilkan oleh seluruh penduduk di Indonesia. Angka tersebut terus meningkat dari tahun-tahun sebelumnya.

Tentu saja kondisi tersebut dapat berbahaya jika tidak ditangani dengan tepat. Sampah akan semakin menumpuk dan menyebabkan gangguan pada lingkungan. Saat ini beberapa kota di Indonesia telah menerapkan pola reuse, reduce, dan recycle.

Baru-baru ini Presiden Joko Widodo meresmikan instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di TPA Benowo, Romokalisari, Surabaya. PSEL tersebut akan menjadi instalasi pengolahan pertama yang akan beroperasi secara komersial.

Sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 18 tahun 2016, ada tujuh kota yang disebutkan sebagai tempat pembangunan PSEL, yaitu DKI Jakarta, Kota Tangerang, Kota Bandung, Kota Semarang, Kota Surakarta, Kota Surabaya, dan Kota Makassar.

Setelah itu, Perpres tersebut diubah menjadi Perpres Nomor 35 tahun 2018 tentang Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan. Perpres tersebut menunjuk 12 kota sebagai tempat pembangunan, lima kota yang ditambahkan adalah Kota Tangerang Selatan, Kota Bekasi, Kota Denpasar, Kota Palembang, dan Kota Manado.

Instalasi pengolahan sampah menjadi energi listrik di Benowo dapat menghasilkan listrik yang mampu menerangi 5.885 rumah tangga yang berdaya 1.300 volt-ampere.

Pada Perpres Nomor 18 tahun 2016 disebutkan bahwa PLN akan menjadi pembeli listrik dari PLTSa. Pada mulanya harga yang dibeli oleh PLN sebesar 18 sen USD/kWh, tetapi PLN keberatan sehingga harganya diubah menjadi 13,35 sen USD/kWh. Selisih pembelian listrik tersebut akan disubsidi oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.

SMS penipuan

Cara Blokir SMS Penipuan dan Spam Lainnya

jajanan khas jawa barat

Jajanan Khas Jawa Barat yang Wajib Kamu Coba