in

Pulau Bungin, Pulau Kecil yang Dijuluki Pulau Terpadat di Dunia

Pulau Bungin
foto: indonesia.go.id

Ngobrolin.id — Sampai saat ini Indonesia masih termasuk salah satu negara dengan jumlah penduduk yang banyak. Berdasarkan hasil sensus penduduk 2020, jumlah penduduk Indonesia mencapai 270,20 juta jiwa. Sebanyak 56,10 persen dari total jumlah tersebut berada di Pulau Jawa. Tapi tahukah kamu, ada pulau kecil di Nusa Tenggara Barat bernama Pulau Bungin yang dijuluki sebagai pulau terdapat di dunia.

Pulau Bungin terletak di Kecamatan Alas, Sumbawa Besar, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Bawat. Pulau ini hanya sekitar 8,5 hektare, tetapi seluruh bagian pulau terlihat dipadati oleh rumah-rumah penduduk. Makanya, gak heran kalau pulau ini dijuluki sebagai pulau terpadat.

Sebagian besar masyarakat yang menghuni pulau tersebut berasal dari Suku Bajo. Masyarakat membangun rumah mereka di atas gundukan pasir. Karang-karang di pulau tersebut saling berdempetan. Di pulau tersebut nyaris tidak ada lahan kosong yang tersisa, hanya jalan-jalan umum yang menjadi satu-satunya area yang tidak dibangun rumah. Jarak antara satu rumah dan rumah yang lain di pulau tersebut sekitar 1,5 meter saja.

Namun, uniknya saat ini pulau terpadat tersebut menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik bagi wisatawan mancanegara.

Menurut beberapa literatur, pulau kecil ini sudah mulai dihuni sejak 1818 atau sekitar 3 tahun setelah Gunung Tambora meletus. Saat itu sekitar 7—8 hektare laut sudah direklamasi menjadi daratan. Reklamasi tersebut menggunakan karang-karang yang mati.

Penghuni pertama pulau ini adalah Armada Laut Panglima Mayo, seorang pejuang keturunan Bajo, Sulawesi Selatan. Dirinya singgah dan tinggal di pulau tersebut karena terdesak saat melawan penjajah pada 1818.

Pulau ini dapat dikunjungi melalui Pelabuhan Khayangan, Pulau Lombok menuju Pelabuhan Pototano di Pulau Sumbawa. Namun, seiring berjalannya waktu pulau terpadat ini sudah bisa dikunjungi dengan sepeda motor atau mobil karena pemerintah daerah sudah membangun tanggul untuk menghubungkan antara pulau dan daratan.

Masyarakat di pulau tersebut memiliki hukum adat perkawinan yang unik. Muda-mudi yang ingin menikah harus membuat lokasi sendiri untuk mendirikan rumah mereka. Itu sebabnya pulau ini terus bertambah padat.

Penduduk biasanya menggunakan batu karang yang ditumpuk pada sisi luar pulau. Ukuran lokasi yang dibangun bisa mencapai 6 meter × 12 meter dan biasanya memakan waktu selama 4—7 tahun. Setelah lokasi terbentuk, pasangan tersebut baru boleh menikah.

Karena berada di pesisir, otomatis sebagian besar mata pencaharian penduduk di Pulau Bungin adalah nelayan.

 

bubble wrap

Diet Bubble Wrap, Ini Dia Pengganti yang Cocok dan Ramah Lingkungan

gua rangko

Jelajah Keindahan Gua Rangko dengan Kolam Alaminya