in ,

Rekber, Jurus Jitu Menghindari Penipuan Belanja Online

rekber
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Belum lama ini ada akun Twitter yang membagikan thread tentang temannya yang ditipu saat membeli tas carrier. Pengguna tersebut membagikan identitas dan isi chat dari penipu tersebut karena nominal yang harus dikeluarkan oleh korban relatif besar, yaitu Rp750.000. Banyak warganet yang menanggapi thread tersebut dan menyarankan untuk menggunakan rekber.

Buat orang yang jarang belanja online pasti masih bingung dengan istilah rekber. Rekber merupakan kependekan dari rekening bersama.

Rekening bersama atau escrow merupakan konsep layanan rekening dalam keuangan untuk menyimpan dana di pihak ketiga sesuai dengan perjanjian yang disetujui oleh pihak pertama dan kedua.

Istilah rekening bersama semakin populer saat tren transaksi jual beli meningkat. Sebetulnya, rekber bukan hal baru bagi pegiat belanja online shop. Kalau kamu searching di Google, banyak artikel lama di 2015-an yang sudah mengulas apa itu rekber.

Sederhananya, rekber itu seperti jembatan antara kedua belah pihak. Saat ini marketplace seperti Tokopedia atau Shopee menjadi jembatan atau rekening bersama yang sering digunakan masyarakat. Alasannya karena mudah dan lebih aman.

Jadi, kamu dapat mengalihkan transaksi jual beli secara online menggunakan kedua marketplace tersebut. Kamu sebagai pembeli akan membayar nominal yang diajukan penjual ke marketplace. Dana tersebut tidak langsung sampai ke penjual karena penjual harus mengirim barang yang dijual dan menunggu pembeli mengonfirmasi kedatangan barang tersebut. Setelah barang diterima pembeli dan dilakukan konfirmasi, marketplace akan melepas dana ke penjual.

Penyedia layanan rekening bersama harus memiliki izin dari otoritas terkait. Hal ini dikarenakan pihak tersebut harus memiliki dana yang cukup dan sistemnya sudah sesuai dengan Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Pasal 1 angka 11.

Rekber memang membuat cash flow penjual menjadi terhambat karena dana tertahan. Tapi, ini menjadi satu-satunya cara yang cukup jitu menghindari penipuan.

Di era seperti ini sebaiknya hindari transaksi online secara pribadi, meskipun penjual sudah memberikan data pribadinya. Pasalnya, saat ini marak pencurian data pribadi sehingga bisa jadi data yang diberikan penjual merupakan data colongan orang lain.

Luksemburg

Luksemburg, Negara Kecil Eropa yang Menggratiskan Transportasi Umumnya

mencuci sepatu

Guys, Begini Cara Mencuci Sepatu yang Benar dan Gak Merusak