in ,

Remaja yang Mandiri dapat Terhindar dari Tekanan Saat Kuliah

remaja yang mandiri
Foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Setiap orangtua pasti menginginkan yang terbaik untuk anaknya, termasuk soal pendidikan. Masih banyak orangtua yang masih ikut campur dalam memilih perguruan tinggi. Mereka memilihkan jurusan untuk anak-anaknya yang mungkin tidak sesuai dengan keinginan anak. Padahal, menurut studi, remaja yang mandiri justru dapat terhindar dari rasa cemas dan tertekan.

remaja yang mandiri
Foto: Pixabay

Studi tersebut menyebutkan, remaja yang merasakan kurangnya kemandirian dan otonomi dalam kehidupan mereka, saat memasuki perguruan tinggi lebih cenderung khawatir tentang keseluruhan pandangan perguruan tinggi. Studi yang dilakukan di University of Mississippi di Journal of Social Psychology, menunjukkan, memberdayakan anak untuk mengekspresikan siapa mereka dan merasa berhasil berkat upaya sendiri dapat mengurangi tekanan untuk memulai kuliah.

“Setiap kali pergi ke lingkungan baru, pasti ada hal-hal yang membuat kita merasa tertekan,” jelas psikiater yang bekerja dengan mahasiswa di Universitas Negeri Ohio, Dr. Meera Menon, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, kepada ABC News.

Kecemasan dan depresi adalah hal yang umum di kalangan mahasiswa. Menurut data survei dari Asosiasi untuk Direktur Pusat Konseling Universitas dan Perguruan Tinggi, sekitar 41 persen siswa mengalami kecemasan dan 36 persen mengalami depresi. Menon mengatakan, jumlah mahasiswa yang dirawat karena kecemasan dan depresi juga meningkat dari waktu ke waktu.

Untuk penelitian ini, 355 siswa yang memasuki tahun pertama mereka di perguruan tinggi menjawab survei selama pekan orientasi di kampus yang sama. Responden diminta untuk melaporkan seberapa benar tiga pernyataan tentang diri mereka.

Pernyataan tentang “Saya merasa bebas menjadi diri saya sendiri” ditujukan untuk mengukur otonomi dan perasaan kebebasan. “Saya merasa sangat mampu dan efektif” guna mengukur kompetensi. Kemudian, “Saya merasakan banyak kedekatan dan keintiman” untuk mengukur keterkaitan.

Para siswa lalu memberi peringkat seberapa khawatir mereka akan memulai kuliah dan perasaan bersalah mereka atas prestasi yang diraih. Para peneliti menemukan bahwa hanya siswa yang melaporkan merasakan otonomi yang lebih besar kemungkinan memiliki lebih sedikit kekhawatiran tentang memulai kuliah.

Peringkat yang lebih tinggi pada skala otonomi dan kompetensi keduanya dikaitkan dengan rasa bersalah yang kurang tentang tingkat prestasi siswa. Menjadi orang pertama dalam keluarga yang mendaftar di perguruan tinggi tidak mengubah hasil ini.

“Ini adalah masa yang sulit bagi mahasiswa,” kata Menon. “Tidak hanya mereka mencari pendidikan, tetapi mereka belajar untuk hidup sendiri, yang bisa membuat stres,” tambahnya.

tingkatkan kemampuan fokus

Tingkatkan Kemampuan Fokus dengan Latihan Musik

Penuaan

Benarkan Penuaan Bisa Terjadi Sejak Usia 20 Tahunan?