in ,

Review Saiyo Sakato, Drama Keluarga Minang yang Kocak!

saiyo sakato
foto: Goplay

Ngobrolin.id Saiyo Sakato merupakan serial drama komedi original GoPlay yang wajib banget ditonton kalau kamu sedang butuh hiburan. Film ini merupakan film keluarga yang dikemas dengan komedi. Salah satu yang paling menonjol dari film ini adalah karakter tokoh utama yang dibuat realistis sehingga terasa cukup dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Film ini menceritakan kisah keluarga pemilik restoran Saiyo Sakato, yaitu Uda Zul dan Uni Mar. Uni Mar beserta kedua anaknya, Nisa dan Nal harus rela ditinggalkan oleh Uda Zul yang meninggal dunia saat sedang meracik makanan. Setelah kepergian Uda Zul, Uni Mar, Nisa, dan Nal harus melanjutkan usaha rumah makan yang mereka miliki.

Dalam menjalani usaha tersebut, mereka dibantu oleh adiknya Uda Zul, yaitu Etek Eri. Sayangnya di antara Nisa, Nal, dan Etek Eri tidak ada yang bisa memasak makanan seenak Uda Zul, akibatnya banyak pelanggan yang protes dan merasa kecewa. Permasalahan keluarga mereka belum selesai di situ aja.

Tiba-tiba, Nita datang bersama Budi—anaknya, ke rumah makan Saiyo Sakato. Dia adalah istri kedua Uda Zul yang dinikahi secara diam-diam. Kedatangan Nita dan Budi sontak membuat Uni Mar yang awalnya sangat mencintai Uda Zul langsung emosi. Nita hanya ingin bersilaturahmi dengan Uni Mar karena amanah dari Uda Zul. Sayangnya, kedatangan Nita membuat Uni Mar marah dan mengusir mereka dari rumah makan.

Perlakuan kasar Uni Mar membuat Nita sedikit dendam dan akhirnya membuka warung rumah makan Saiyo Sakato di seberang jalan. Hal tersebut dilakukan Nita agar dirinya mendapatkan pengakuan dari Uni Mar. Akhirnya, mereka berdua bertarung untuk memperebutkan nama Saiyo Sakato.

Sampai di sini pasti kamu akan langsung geram dengan tokoh Nita. Eits, tunggu dulu! Ada alasan kenapa Nita akhirnya mau dimadu oleh Uda Zul. Sedikit spoiler, Nita mau dimadu karena Uda Zul mengaku sudah mendapat restu dari Uni Mar. Namun, ketika Uda Zul jujur ke Nita, dirinya juga sempat marah besar ke Uda Zul dan minta segera dipertemukan oleh Uni Mar.

Para tokoh utama di dalam film ini dibuat cukup realistis hampir mendekati kondisi asli di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut membuat cerita di dalam film ini tidak terasa seperti cerita pada film yang sering dibuat berlebihan seperti sinetron atau film drama pada umumnya. Makna kekeluargaan yang tersirat di dalam film ini cukup kental dan dekat dengan realitas.

Kekurangan dari film ini sepertinya hanya satu. Ada banyak percabangan cerita yang dibuat di dalam film. Namun, percabangan tersebut tidak mendapatkan penjelasan di akhir cerita dan malah membuat penonton jadi bertanya-tanya. Atau, mungkin akan ada season kedua? Ya, lihat saja nanti.

menawar barang

Tips Jitu Menawar Barang untuk Kamu yang Gak Jago Nawar

peer to peer lending

Cuan atau Tidak Investasi di Peer to Peer Lending?