in ,

Review Singkat A Perfect Fit, Kisah Percintaan Klasik yang Dibalut dengan Baik

drama romantis dengan keindahan Bali

A Perfect Fit
foto: Instagram @ NetflixId

Ngobrolin.id— Belum lama ini Netflix kembali merilis film orisinalnya yang berjudul A Perfect Fit. Film ini dimainkan oleh Nadya Arina sebagai Saski, Refal Hady sebagai Rio, dan Giorgino Abraham sebagai Deni. Menurut Tim Ngobrolin, film ini masih bisa dinikmati dan cukup bagus untuk ditonton.

Kisah dalam film A Perfect Fit bermula ketika Saski bertemu dengan peramal yang memberikan petunjuk kepada Saski bahwa akan ada jalan hidup baru yang akan ditemui olehnya jika ia mengikuti arahan peramal tersebut.

Awalnya, Saski tidak percaya, tetapi Andra (Laura Theux) memaksa Saski untuk melakukan instruksi tersebut. Setelah berdebat, akhirnya Saski mengalah dan mengikutinya.

Setelah menutup mata dan memutar badan sebanyak tiga kali, tibalah ia di depan toko sepatu yang masih dalam tahap renovasi. Saat itu Saski memang sedang mencari sepatu yang cocok dengan bajunya untuk datang ke acara ulang tahun pacarnya, Deni.

Toko sepatu tersebut milik Rio, pengrajin sepatu yang masih muda, memiliki jiwa bebas, sangat menghargai seni pada sepatu, dan sopan. Pertemuan itulah yang akan membawa petualangan baru pada hidup Saski.

Saski dan Rio bertemu karena ketidaksengajaan. Hingga akhirnya mereka berdua jatuh hati. Sayangnya, Saski dan Rio sudah memiliki tambatan hatinya masing-masing dan akan melanjutkan ke jenjang yang lebih serius.

Sekilas, eh bukan sekilas, tetapi secara keseluruhan cerita di dalam film ini memang sudah sangat familiar bagi film drama romantis di Indonesia. Bahkan, di kolom komentar Instagram @Netflixid banyak yang bilang ceritanya mirip FTV. Sorry to say, ceritanya memang seperti FTV yang biasa tayang pada siang hari, jadi kamu pasti sudah paham kemana alur cerita ini melaju. Tapi, film ini sebenarnya bagus juga buat ditonton, lho!

Meski ceritanya memang biasa banget, tetapi elemen-elemen di dalam film ini terlihat bagus seperti bisa memanjakan mata. Misalnya, pakaian yang dikenakan oleh Andra dan Saski. Pakaian mereka terbilang unik, matching, dan sangat khas. Andra selalu terlihat feminin bersama dress yang dilengkapi dengan aksesoris lucu. Sementara, Saski terlihat sangat fashionable karena dirinya memang merupakan bloger mode atau fashion blogger.

Selain itu, nuansa budaya Bali yang diangkat di dalam film ini juga bisa memberikan kesegaran pada cerita cinta yang klasik. Kalau soal pemandangan gak usah ditanya, Bali memang memiliki segudang kekayaan alam yang sangat indah.

Hal menarik dalam film ini ialah ketika Saski melakukan instruksi peramal tersebut untuk berputar tiga kali sambil menutup matanya dengan sehelai daun kering. Scene tersebut seakan memberikan sensasi magic yang indah.

Tone warna pada film ini agak cenderung kuning tetapi masih terasa nyaman dilihat sehingga tidak membuat mata terasa lelah berlama-lama menatap layar. Apalagi, film ini kan berdurasi 1 jam 52 menit.

Jadi, film A Perfect Fit sebenarnya tetap bisa dinikmati karena banyak keindahan di dalamnya. Hanya saja, jangan berekspektasi terlalu tinggi pada alur ceritanya karena kamu pasti sudah bisa menebak akhirnya akan seperti apa.

malam terpendek

Negara dengan Durasi Malam Terpendek

film Deep

Review Film Deep, Tidur atau Mati