in ,

Sadar Gak Sih, Kalau Belanja Online Jadi Penyumbang Jumlah Sampah Plastik

bagi penggemar belanja online, kamu sudah menyadari ini belum?

sampah plastik
foto: Unsplash

Ngobrolin.id — Sampah plastik masih menjadi polemik di Indonesia, meskipun saat ini sudah banyak tempat perbelanjaan yang tidak menyediakan kantung plastik. Namun, di luar dari itu masih banyak aktivitas perdagangan yang menggunakan kantung plastik. Indonesia masih menjadi salah satu negara penyumbang sampah plastik tertinggi di dunia.

Selama pandemi, tercatat jumlah sampah plastik melonjak tinggi karena aktivitas belanja online. Memang harus diakui aktivitas jual beli online sering menggunakan plastik yang lebih banyak dibanding belanja langsung di toko. Hal ini bertujuan untuk melindungi barang selama proses pengiriman dari kerusakan akibat benturan atau tetesan air.

Sampah plastik yang pertama, datang dari plastik pembungkus. Plastik pembungkus sangat penting untuk melindungi kemasan barang karena air atau benda lain. Sampah kedua datang dari bubble wrap yang digunakan untuk melindungi barang dari benturan yang bisa saja terjadi selama proses pengiriman. Sampah ketiga berasal dari kemasan barang yang dibeli, biasanya plastik ini memang sudah bawaan dari produk tersebut.

Sampah plastik lainnya yang jarang disadari adalah penggunaan selotip. Selotip sangat berguna untuk membuat bungkusan atau kemasan menjadi semakin rapat.

Dilansir dari liputan6.com,  96 persen paket belanja online menggunakan sampah plastik, sedangkan frekuensi belanja online selama pandemi terus meningkat hingga berkali-kali lipat. Jadi, terbayang dong seberapa banyak peningkatan penggunaan plastik selama pandemi.

Penggunaan plastik memang menjadi dilema yang tak berkesudahan. Di satu sisi, penjual dan pembeli ingin barang tersebut aman selama di perjalanan. Sebab, kedua belah pihak tidak bisa mengontrol barang selama di ekspedisi sehingga dibutuhkan lebih banyak plastik. Namun, di sisi lain mereka pasti sadar penggunaan banyak plastik juga salah.

Sebenarnya, ada banyak cara yang bisa dilakukan guna mengurangi penggunaan sampah plastik. Misalnya, dengan menggunakan kain perca atau gumpalan kertas sebagai pengganti bubble wrap untuk melindungi barang dari benturan.

Gunakan kardus pembungkus yang agak tebal sehingga penjual hanya perlu menggunakan plastik pembungkus satu lapis. Usahakan pilih plastik pembungkus yang memiliki lem perekat agar tidak perlu menggunakan selotip lagi. Saat ini sudah banyak kok plastik pembungkus yang sudah dilengkapi dengan lem perekat seperti amplop.

 

 

kaktus koboi

Kaktus Koboi, Tanaman Hias yang Sedang Digandrungi untuk Dekorasi Rumah

alasan selingkuh

4 Alasan Selingkuh yang Jarang Disadari Tapi Sering Terjadi