in

Sejarah Nasi Berkat yang Kehadirannya Bisa Membuat Perut Bahagia

nasi berkat
foto: pixabay

Ngobrolin.id Nasi berkat menjadi salah satu tradisi masyarakat di Pulau Jawa ketika mengadakan acara syukuran. Masyarakat Jawa sering menyebutnya dengan sebutan sego berkat. Ada banyak hal menarik yang bisa dibahas dari bingkisan nasi berkat, mulai dari isi, kemasan, hingga sejarahnya.

Secara umum, nasi berkat merupakan nasi bungkus yang diberikan beragam lauk pauk. Bingkisan nasi ini biasanya diberikan setelah acara selesai. Bungkusan yang digunakan cukup beragam, masyarakat tradisional biasanya menggunakan daun jati, daun pisang, atau besek dari anyaman bambu. Namun, saat ini nasi lebih sering dibungkus dengan menggunakan wadah kardus.

Dilansir dari solopos.com, dosen program Pendidikan Sejarah Fakultas Sastra Universitas Sanata Dharma, Heri Priyatmoko menjelaskan bahwa sejarah nasi berkat sudah tertuang di dalam Serat Centhini (1814—1823). Hal tersebut menunjukkan bahwa kuliner tersebut sudah ada sejak dua abad silam.

Dalam sejarah tersebut, masyarakat mengadakan nasi berkat dalam setiap acara syukuran, selametan atau acara keramaian, serta perayaan. Hidangan tersebut tidak pernah disajikan sebagai makanan sehari-hari atau dijual di warung-warung. Itu sebabnya bingkisan nasi yang dibawa dari acara menjadi terasa cukup spesial.

Nama berkat disematkan pada nasi tersebut karena keberadaannya hanya ada pada acara-acara syukuran dan hajatan. Di mana pada setiap acara tadi selalu diawali dengan doa-doa sebagai rasa syukur.

Sementara itu, sego berkat sendiri merupakan tradisi yang berasal dari Pacitan dan Wonogiri. Meski namanya hampir sama, sego berkat tidak dibungkus dengan menggunakan wadah kardus atau besek, melainkan dengan daun jati. Pasalnya, di daerah tersebut sangat mudah ditemukan daun jati yang berguguran, bahkan daun jati dapat ditemukan di pekarangan-pekarangan rumah.

Fungsi sego berkat hampir sama seperti nasi berkat, makanan ini disediakan pada acara-acara hajatan. Sego berkat merupakan bentuk terima kasih dari tuan rumah kepada para tamunya. Namun, saat ini kuliner tersebut sudah banyak dijual sebagai menu sarapan.

Di dalam bungkusan sego berkat biasanya hanya terdiri atas 3 macam lauk sederhana, seperti bihun goreng, oseng lombok (oseng kentang dan cabai), dan semur daging.

 

 

jakarta rawan tenggelam

Jakarta Masuk Jajaran Kota Rawan Tenggelam

hamper lebaran

Deretan Ide Hamper Lebaran Kekinian