in , ,

Sejarah Tradisi Minum Teh di Indonesia, Apa pun Makanannya, Minumnya Pasti Ada Teh!

tradisi minum teh
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Teh merupakan salah satu minuman yang sudah sangat terkenal di Indonesia, bahkan sering dijadikan sebagai pertolongan pertama ketika seseorang pingsan atau masuk angin. Selain itu, kalau kamu menyadari, hampir di seluruh restoran atau warung makan pasti menyediakan teh. Kamu penasaran gak sih, kenapa tradisi minum teh di Indonesia ini begitu lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.

Teh pertama kali dikenalkan di Indonesia pada 1684 oleh Anderas Cleyer seorang dokter sekaligus pengajar, ahli botani, dan pengajar kebangsaan Jerman yang bekerja di VOC. Pada awalnya, tanaman teh dikenalkan sebagai tanaman hias. Pada abad ke-17, Pemerintah Hindia Belanda kembali mendatangkan teh dari Cina untuk ditanam di Pulau Jawa.

Namun, usaha pengenalan teh sempat mengalami kendala hingga abad ke-18, Pemerintah Hindia Belanda mengutus PhF Von Siebold untuk mengenalkan pembudidaya teh dengan bibit yang berasal dari Jepang.

Dilansir dari berbagai sumber, sejak Belanda membawa masuk tanaman ini, banyak koloni yang mulai membuka perkebunan teh di daerah dataran tinggi yang subur. Jenis teh yang paling populer adalah teh hitam.

Teh menjadi salah satu komoditas perkebunan yang wajib ditanam oleh masyarakat melalui politik CulturStelsel pada 1830. Rakyat harus menanam teh pada kebun atau lahan sewaan. Nantinya, hasil kebun tersebut akan dibeli oleh Pemerintah Belanda. Sejak saat itu, teh menjadi sangat lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Setelah masa tanam paksa berakhir, banyak area perkebunan yang disewakan kepada pengusaha teh Belanda. Maraknya perkebunan teh yang mulai digarap koloni sejalan dengan maraknya pembangunan sejumlah pabrik pengolahan teh.

Salah satu koloni Belanda yang berhasil meraup pundi-pundi rupiah dari teh adalah Karel Albert Rudolf (KAR) Boscha. Pada awalnya Boscha bekerja sebagai administratur di perkebunan teh di Malabar. Setelah berhasil mengembangkan perkebunan Malabar, Boscha mulai membangun sekolah rakyat, pabrik pengolahan, dan pembangkit listrik tenaga air Cilaki yang memanfaatkan air Sungai Cilaki untuk menggerakkan mesin pabrik teh.

Keberhasilan Boscha membuat dirinya mendapatkan julukan ‘Raja Teh Priangan’. Kalau kamu tidak asing dengan nama Boscha karena mirip dengan nama salah satu area peneropong bintang di Lembang, kamu tidak salah. Boscha memang terkenal sebagai filantropis dan penyumbang pembangunan peneropong bintang di kawasan Lembang.

Tradisi minum teh juga terjadi di beberapa negara lain, sebut saja Jepang dan Cina. Itu sebabnya ada hari yang dikhususkan untuk minuman ini, yaitu Hari Teh Sedunia yang jatuh pada 15 Desember.

tempe

Sandiaga Uno Berambisi Ingin Jadikan Tempe Sebagai Warisan Budaya Dunia

Thalassophobia

Thalassophobia, Ketakutan Terhadap Perairan yang luas dan Dalam