in

Seperti Ini Tanda dan Gejala Cacar Monyet

gejala cacar monyet
Foto: Ilustrasi penyakit cacar monyet atau monkeypox (Pixabay)

Ngobrolin.id — Dunia kesehatan sedang dibuat resah. Pasalnya, Kementerian Kesehatan Singapura belum lama ini menemukan kasus cacar monyet atau monkeypox. Indonesia sebagai salah satu negara tetangga, tentu harus mewaspadai penularan wabah cacar monyet ini. Lantas, seperti apa tanda dan gejala cacar monyet?

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, Anung Sugihantono menjelaskan beberapa tanda dan gejala cacar monyet.

Gejala yang timbul biasanya berupa demam, sakit kepala hebat, limfadenopati (pembesaran kelenjar getah bening), nyeri punggung, serta nyeri otot dan lemas. Selain itu, penderita juga akan mengalami ruam pada kulit dan wajah, kemudian menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Ruam tersebut berkembang mulai dari bintik merah seperti cacar, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras. Biasanya diperlukan waktu hingga 3 minggu sampai ruam menghilang.

“Masa inkubasi atau interval dari infeksi sampai timbulnya gejala cacar monyet biasanya 6 sampai 16 hari, tetapi dapat berkisar dari 5 hingga 21 hari,” kata Anung seperti dikutip Republika, Senin (13/5).

Agung memaparkan, monkeypox adalah penyakit akibat virus yang ditularkan melalui binatang (zoonosis). Penularan dapat terjadi melalui kontak dengan darah, cairan tubuh, atau lesi pada kulit atau mukosa dari binatang yang tertular virus.

Penularan pada manusia terjadi karena kontak dengan monyet, tikus Gambia dan tupai, atau mengonsumsi daging binatang yang sudah terkontaminasi. Inang utama dari virus ini adalah rodent (tikus). Penularan dari manusia ke manusia sangat jarang.

Ia juga mengungkapkan, kasus cacar monyet yang tergolong parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan paparan virus, status kesehatan pasien, dan tingkat keparahan komplikasi. Kasus kematian akibat cacar monyet juga bervariasi, tetapi kurang dari 10 persen kasus yang dilaporkan, sebagian besar di antaranya anak-anak.

“Secara umum, kelompok usia yang lebih muda tampaknya lebih rentan terhadap penyakit monkeypox,” katanya.

Monkeypox hanya dapat didiagnosis melalui pemeriksaan laboratorium. Untuk itu, bagi masyarakat yang baru melakukan perjalanan dari wilayah terjangkit monkeypox dianjurkan segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala-gejala demam tinggi yang mendadak, pembesaran kelenjar getah bening dan ruam kulit, dalam waktu kurang dari 3 minggu setelah kepulangan.

Agung menuturkan, tidak ada pengobatan khusus atau vaksinasi yang tersedia untuk infeksi virus monkeypox. Pengobatan simptomatik dan suportif dapat diberikan untuk meringankan keluhan yang muncul.

Sementara itu, wilayah terjangkit monkeypox secara global, yaitu Afrika Tengah dan Barat. Wilayah ini antara lain Republik Demokratik Kongo, Republik Kongo, Kamerun, Republik Afrika Tengah, Nigeria, Ivory Coast, Liberia, Sierra Leone, Gabon, dan Sudan Selatan. Hingga saat ini belum ditemukan kasus monkeypox di Indonesia.

rute dan stasiun LRT Jakarta

Siap Dioperasikan, Sudah Cek Rute dan Stasiun LRT Jakarta?

memasarkan bisnis

Memasarkan Bisnis Mudah dengan 5 Fasilitas Online Terbaik Ini