in

Si Kecil Terserang TBC? Begini Penanganannya

tuberculosis pada anak
Closeup of hand with IV tube

Ngobrolin.id — Tak hanya paru-paru, tuberculosis pada anak juga bisa menyerang bagian tubuh lain. Bahkan tak jarang, penyakit yang disebabkan bakteri Mycobacterium tuberculosis ini menyerang anak-anak. Jangan panik, ini yang harus Bunda lakukan jika si kecil terkena TBC.

Penyakit TBC bisa menular melalui udara. Anak-anak yang terkena penyakit ini justru cenderung tertular dari orang dewasa yang berada di lingkungannya. Bakteri penyebab TBC akan berada di udara ketika orang bersin atau batuk. Anak-anak dengan sistem imun yang belum sempurna akan lebih mudah tertular.

Gejala yang mungkin diderita anak saat terserang TBC cukup beragam. Anak akan mengalami batuk yang parah hingga dalam jangka waktu yang lama. Biasanya, batuk yang berkepanjangan hingga lebih dari 3 minggu menjadi ciri yang paling mudah dikenali. Bahkan tak jarang, batuk yang diderita akan disertai darah.

Selain itu, anak akan mengalami demam lebih dari 2 minggu. Nafsu makan si kecil juga akan menurun. Akibatnya, tubuh akan melemah dan berat badan cenderung tidak bertambah. Akibat dari batuk berkepanjangan juga cukup fatal, yakni anak akan merasakan sesak napas.

Jika si kecil sudah menunjukkan tanda-tanda tersebut, sangat disarankan bagi Bunda untuk segera membawanya berobat. Dokter akan memeriksa anak dengan beberapa metode sekaligus untuk mencari tahu.

Metode paling dasar yang akan dilakukan untuk mencari tahu perkembangan bakteri ini adalah dengan pemeriksaan fisik dan rontgen. Namun, terkadang hasil ini tidak begitu terlihat nyata. Terutama, jika penyakit TBC menyerang anak-anak.

Biasanya, tes ini akan ditambah dengan tes Mantoux. Tes ini disebut juga sebagai tes kulit tuberkulin. Jika seseorang terpapar bakteri tuberkulosis, hasil tes Mantoux-nya akan positif. Gejala-gejala yang diderita juga akan menguatkan hasilnya bahwa anak memang terkena tuberkulosis.

Terakhir, dokter juga akan melakukan pemeriksaan pada dahak. Umumnya, bakteri TBC akan mudah terlihat pada dahak ini. Karena TBC bersarang di saluran pernapasan manusia.

Jika anak memang positif terkena penyakit ini, maka pengobatan sangat perlu segera dilakukan. Jika masih berupa gejala, obat yang diberikan oleh dokter merupakan obat antituberkulosis (OAT) berupa isoniazid yang harus dikonsumsi selama kurun waktu sembilan bulan.

Berbeda dengan anak yang sudah dipastikan menderita TBC. Si kecil akan diberikan tiga obat OAT berupa isoniazid, pyrazinamid, dan rifamcimin. Tiga jenis obat ini harus dikonsumsi selama 2 bulan. Sementara dalam kurun waktu 4 bulan setelahnya, obat yang diteruskan hanya isoniazid dan rifamcimin.

Pemberian jenis obat ini berbeda dari obat TBC bagi orang dewasa. Salah satunya karena jenis obat OAT bagi orang dewasa bisa memberikan dampak berbahaya bagi penglihatan anak. Obat yang dimaksud adalah ethambuol.

lagu featuring Camila Cabello

Rilis Lagu Baru, Ini Daftar Lagu Featuring Camila Cabello

diet keto

Diet Keto? Hindari Konsumsi Makanan Ini