in ,

Siaran TV Analog Bakal Dihentikan

tv analog
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) sudah mengeluarkan kebijakan untuk menghentikan siaran tv analog dan saat ini sedang mensosialisasikan analog switch off (ASO). Rencananya ASO akan dilaksanakan bertepatan pada peringatan ulang tahun Indonesia yang ke-76 pada 17 Agustus 2021.

ASO akan dilakukan secara bertahap. Tahap pertama dilakukan di lima provinsi, yakni Banten 1 (Kabupaten Serang, Kota Serang, dan Kota Cilegon), Provinsi Aceh (Kabupaten Aceh Besar dan Kota Banda Aceh), Provinsi Kepulauan Riau (Kabupaten Bintan, Kabupaten Karimun, Kota Batam, dan Kota Tanjung Pinang), Provinsi Kalimantan Timur (Kutai Kartanagera, Samarinda, dan Bontang), dan terakhir Kalimantan Utara (Kabupaten Bulungan, Kota Tarakan, dan Kabupaten Nunukan).

Pada daerah tersebut siaran tv analog akan dimatikan dan migrasi sepenuhnya ke digital. TV analog sebenarnya masih bisa digunakan, tetapi masyarakat perlu menambahkan set-top-box (STB) agar televisi lama bisa menangkap siaran digital.

STB sendiri sudah banyak dijual di pasaran dengan harga yang terjangkau dan cukup mudah untuk disambungkan ke televisi. STB tidak akan membuat masyarakat berlangganan karena bukan termasuk streaming internet. Jadi, masyarakat tetap bisa menonton tv dengan siaran digital tanpa perlu berlangganan dan membayar iuran.

Tahap kedua ASO akan dilakukan pada 31 Desember dan dilakukan pada 44 kabupaten kota. Selanjutnya, tahap ketiga dilakukan pada 31 Maret 2022 pada 30 wilayah yang terdiri atas 107 kabupaten/kota.

Tahap keempat dilakukan pada 17 Agustus 2022 di 31 wilayah dengan 110 kabupaten/kota. Dan tahap terakhir dilakukan pada 2 November 2022 dan dilakukan di 24 wilayah yang mencakup 63 kabupaten/kota.

Setelah itu, pada 3 November hingga 31 Desember 2022 akan masuk ke tahap persiapan multiplexing restaking, yakni penyesuaian dan penataan spektrum frekuensi. Kemudian pada 1 Januari 2021 hingga 30 Juni 2021 akan masuk ke tahap multiplexing restaking untuk penetapan pemisahan spektrum frekuensi untuk penyiaran teleivisi digital. Setelah ditetapkan terdapat sisa 112 Mhz spektrum frekuensi yang diperuntukkan sebagai penguatan telekomunikasi seluler.

Menkominfo berpendapat penerapan kebijakan ini bisa berdampak untuk memaksimalkan ekonomi digital di negara dan membawa kemajuan penyiaran di Indonesia.

cewe toxic

Ciri-ciri Cewek Toxic dalam Hubungan

tuntutlah ilmu sampai ke negeri cina

Tentang Petuah Tuntutlah Ilmu Sampai ke Negeri Cina, Kenapa Harus ke Cina, ya?