in , ,

Sifat Humblebrag yang Kian Tidak Disukai Netizen

merendah untuk meroket, cara jadul untuk pamer yang masih eksis

humblebrag
foto: unsplash

Ngobrolin.id — Selama bersosial pasti kamu menemukan berbagai sifat manusia yang sangat beragam. Dan, pasti kamu pernah menemukan seseorang yang sering berbicara merendah, tetapi nyatanya ada udang di balik batu. Ya, ada maksud lain dari merendah, yaitu karena ingin menampilkan sesuatu atau lebih dikenal dengan merendah untuk meroket. Sifat ini dinamakan humblebrag.

Humblebrag atau humble bragging merupakan perilaku yang ingin memamerkan sesuatu secara terselubung. Tujuan utamanya adalah ingin mendapatkan pujian tapi juga ingin terkesan rendah hati.

Atau, bisa dibilang humblebrag adalah cara atau trik untuk pamer yang tidak terlihat karena disertai dengan kalimat merendah. Dan, boleh diakui jika cara pamer seperti ini memang mampu menarik perhatian orang lain, perhatian untuk diomongin… hehehe.

Sebenarnya, merendah untuk tidak terlihat sombong tidak salah. Tapi terkadang, banyak orang yang mulai menggunakannya untuk maksud terselubung, yakni menarik perhatian dan mau pamer.

Misalnya, kamu pernah mendengar seorang teman yang mengaku tidak belajar tapi mendapatkan nilai 100. Sebenarnya, tidak ada yang salah kenapa ia bisa dapat nilai 100, padahal tidak belajar, mungkin karena ia sudah menguasai soal ujian tersebut.

Namun, menjadi kurang tepat jika ia membicarakan hal tersebut kepada teman yang lain seakan-akan ingin mendapatkan pengakuan bahwa ia pintar. Hal tersebut semakin salah jika diungkapkan kepada temannya yang sudah belajar mati-matian tapi hasil ujiannya jelek. Ini sih namanya tidak punya hati.

Berdasarkan Journal of Personality and Social Psycology yang ditulis oleh Ovul Sezer menyebutkan kebiasaan humble bragging semakin meningkat ketika perkembangan teknologi dan media sosial semakin pesat.

Namun, tidak semua kalimat merendah bisa dipukul rata sebagai humblebrag tanpa kita tahu betul-betul latar belakangnya. Meskipun sebagian besar kalimat merendah yang sering bertebaran di media sosial memang digunakan oleh para warganet untuk mendapatkan perhatian.

Sebagai warganet sebaiknya berpikir positif dahulu terhadap statement rendah diri seseorang di media sosial, bisa saja jika ia memang merasa seperti itu atau sedang bercanda dengan temannya yang lain. Nah, jika ia terus-terusan melakukan hal tersebut, baru deh curiga kalau ia sedang melakukan humblebrag.

Nah, untuk kamu yang ingin mengunggah sesuatu ke media sosial, sebaiknya pikirkan terlebih dahulu secara matang, apa dampak yang bisa kamu dapatkan jika mengunggah kalimat seperti itu. Selain itu, jujurlah dalam bersosial, baik di lingkungan sekitar maupun di media sosial. Dengan jujur, kamu bisa terhindar dari sifat humblebrag.

Pasalnya, sifat yang kelihatannya sepele ini ternyata bisa berdampak buruk, lho. Orang yang gemar melakukan humblebrag bisa menjadi gila perhatian dan pengakuan, mengundang kejahatan karena ia suka pamer, serta ia sulit merasakan empati.

 

 

 

 

 

situs investasi ilegal

Waspada! Banyak Situs Investasi Ilegal yang Bikin Buntung Bukan Untung

konser raisa

Konser Raisa Ditunda, Raisa : Sedih Banget Saat Tau