in , ,

Sindrom Patah Hati Meningkat Saat Pandemi, Begini Cara Mengatasinya

waspada dengan sindrom patah hati

sindrom patah hati
foto: pexels

Ngobrolin.id — Patah hati identik dengan hubungan asmara yang kandas sehingga menyebabkan mereka yang mengalaminya sedih dan murung. Namun, sebenarnya ada sebuah kondisi medis yang dinamakan dengan sindrom patah hati. Kondisi tersebut terjadi saat otot jantung melemah, bukan pada saat melihat si dia sama yang lain, ya!

Dilansir dari kompas.com, di tengah pandemi Covid-19 terjadi peningkatan sindrom patah hati di dua rumah sakit di Ohio, Amerika Serikat, pada beberapa pasien yang tidak terinfeksi virus corona.

Seorang yang sedang mengalami kondisi ini akan menunjukkan gejala seperti stres secara fisik, sosial, dan ekonomi yang mengakibatkan timbulnya penyakit fisik pada penderitanya.

Nama lain dari sindrom ini adalah Takotsubo, kondisi ini muncul saat jantung melemah yang mengakibatkan dada menjadi nyeri dan sesak napas. Hal tersebut bukan dikarenakan penyumbatan aliran pembuluh darah.

Meskipun terdengar lucu, sindrom ini perlu ditangani dengan baik karena jika dibiarkan bisa menyebabkan penderita semakin parah. Kondisi sindrom ini bisa disembuhkan dalam beberapa hari atau minggu, bergantung pada diri pribadi serta cara pengobatannya.

Menurut jurnal medis JAMA Network Open, pasien yang mengalami kondisi tersebut selama masa pandemi pasien yang menderita penyakit jantung memiliki risiko dua kali lipat terkena sindrom ini.

Sebuah studi mengamati peningkatan sindrom patah hati yang kemungkinan disebabkan oleh tekanan psikologis sosial dan ekonomi yang terjadi di tengah pandemi. Seperti yang kita tahu, kondisi pandemi Covid-19 membuat banyak sektor ketar-ketir, banyak yang kehilangan pekerjaan.

Selama pandemi, masyarakat yang biasanya aktif bergerak ke luar rumah untuk bekerja atau melakukan aktivitas yang lain harus dipaksakan berdiam diri di rumah hingga kondisi membaik. Tidak keluar rumah, liburan, dan sekadar refreshing bersama teman-teman. Tekanan tersebut menciptakan masalah lain yang sebenarnya bisa diatasi sedini mungkin agar kondisinya tidak semakin parah.

Nah, untuk mengurangi kemungkinan terjadinya sindrom ini, kamu bisa mencegahnya dengan berolahraga dan menerapkan pola hidup sehat. Selain itu, kamu bisa melatih diri untuk mengelola perasaan agar tidak larut dalam keadaan sedih dan stres yang berlarut-larut. Jangan ragu jika kamu memang butuh psikolog untuk mengatasi permasalahan yang sedang kamu hadapi.

naik roller coaster

Cegah Penularan Corona di Taman Bermain, Pengunjung Dilarang Teriak Saat Naik Roller Coaster

membuat foto bokeh

Cara Membuat Foto Bokeh di DSLR untuk Pemula