in

Sirkus Pohon, Pembuka Trilogi yang Unik Ala Andrea Hirata

Sirkus Pohon
Foto: instagram

Ngobrolin.id — Andrea Hirata, salah satu penulis berbakat kebanggaan Indonesia kembali menelurkan karyanya. Tahun ini, ia dikabarkan akan merilis dua buku terbarunya. Salah satu karyanya yang paling akhir diterbitkan adalah Sirkus Pohon. Dirilis pada 2017, buku ini berhasil menarik banyak pembaca.

Sirkus Pohon
Foto: instagram

Sirkus Pohon merupakan trilogi yang ia rilis setelah sembilan tahun pria asal Belitung ini mendobrak dunia sastra Indonesia karya pertamanya, Laskar Pelangi. Masih dengan latar tempat pulau kecil yang satu provinsi dengan Pulau Bangka, Sirkus Pohon memulai ceritanya.

Cerita dalam buku setebal 424 halaman ini berkisah tentang dua cerita yang berbeda, tetapi masih memiliki benang merah yang sama. Adalah Sobri, pemuda yang tak memiliki pekerjaan tetap tiba-tiba didaulat menjadi badut sirkus di sebuah sirkus keliling.

Cerita Sobri berkembang dari seorang pengangguran, diterima kerja, kembali menganggur, sampai kembali bekerja. Cintanya pada Dinda, seorang penjaga toko, membuat perjalanan Sobri semakin berwarna.

Sementara itu, kisah cinta yang menggemaskan antara Tegar dan Tara juga membuat pembaca kesal, resah, sekaligus sangat bersemangat. Kedua anak muda itu dipertemukan di depan pengadilan agama karena perceraian masing-masing orangtuanya.

Walaupun memiliki latar yang sangat spesifik, yaitu suatu perkampungan dengan budaya Melayu yang kuat, secara keseluruhan apa yang dialami Sobri, tokoh utama dalam kisah ini adalah apa yang dialami sebagian besar masyarakat Indonesia.

Menjadi pengangguran karena pendidikan yang tidak seberapa, serta menanggung malu karena tidak kunjung mendapat pekerjaan adalah masalah yang pelik bagi seseorang. Namun dengan tulisan saktinya, Andrea menceritakan kisah ini penuh dengan bumbu komedi.

Keunikan cerita ini tentu saja pada penggambaran kehidupan sehari-hari yang sangat kuat. Tak cuma soal cinta dan kehidupan ekonomi, tapi juga persahabatan, politik, sampai mistis soal pohon delima yang menjadi sumber cerita ini.

Pesan moral yang kuat juga dapat dipetik. Kepercayaan tak selamanya berubah kebaikan. Dan, kesempatan kedua pasti bisa diberikan. Andrea Hirata masih dengan gayanya yang menulis dengan penuh metafora.

Jika kamu merupakan fans berat dari Pak Cik ini, kamu wajib membaca buku yang satu ini. Buku bersampul putih bergambar pohon dan sirkus ini juga sangat recommended kalau kamu butuh bacaan yang tidak terlalu berat, tapi bisa menguras air mata sekaligus bikin sakit perut saking lucunya.

kado buat sahabat

Masih Bingung, Ini 9 Inspirasi Kado Buat Sahabatmu

Outfit keren

Outfit Keren Maksimal Kalau Kamu Pakai Aksesoris Ini, Girls!