in

Strategi Story Telling dalam Pemasaran Produk

strategi story telling
Foto: pexels

Ngobrolin.id — Berbagai cara promosi sering dilakukan perusahaan agar barang dan jasa mereka laku. Banyaknya saingan dengan target pasar yang sama bikin ide pemasaran harus selalu unik. Salah satu teknik pemasaran yang cukup sering digunakan adalah strategi story telling.

Story telling sendiri masuk dalam kategori soft selling. Soft selling atau penjualan secara halus berarti berjualan secara terselubung. Terkadang, konsumen yang menjadi target baru akan menyadari bahwa cerita yang ia baca, dengar, atau lihat bertujuan iklan saking halusnya teknik yang digunakan.

Kamu bisa menggunakan teknik story telling dengan memanfaatkan berbagai platform sosial media mulai dari YouTube  sampai konten artikel. Beberapa keuntungan story selling yang bisa kamu dapatkan jika menerapkannya di strategi iklanmu sebagai berikut.

Pertama, konsumen akan merasa bisa merasakan langsung pemaparan dari seorang pemakai. Hal ini tentu saja berbeda dengan pengalaman membaca sendiri keunggulan-keunggulan produk yang ditawarkan.

Orang lain terasa lebih meyakinkan ketimbang perusahaan itu sendiri yang menawarkan produknya. Tentu kamu sebagai konsumen juga akan lebih percaya jika temanmu bercerita tentang produk yang ia gunakan ketimbang iklan di TV kan?

Kedua, cerita yang digunakan bisa mendorong konsumen untuk melakukan pembelian. Konsumen akan cenderung langsung bertindak karena merasa ikut mengalami permasalahan yang terdapat dalam cerita tersebut.

Ketiga, jika kamu menggunakan teknik story telling untuk membangun image dari produkmu, produkmu akan terasa berbeda. Perbedaan itu yang membuat produk yang kamu pasarkan jadi lebih unik.

Orang lain akan mengenal produkmu sesuai dengan apa yang kamu ceritakan lewat iklan tersebut. Seperti apa ia dibuat, diperuntukkan, digunakan, atau hal-hal lainnya.

Terakhir dan paling penting, teknik story telling punya kecenderungan lebih rendah buat bikin calon konsumen illfil. Hal ini tentu saja karena calon konsumen tidak akan seperti dipaksa membeli produk, tetapi menghayati cerita yang diberikan.

Dengan demikian, kesadaran konsumen membeli produk pun akan meningkat. Mereka akan membeli karena memang tertarik dengan produk, keunggulan, dan cerita di baliknya.

Eits, tapi lakukan dengan teknik yang baik, ya. Jangan sampai cerita yang kamu bangun jadi berlebihan atau malah terkesan garing karena terlalu dangkal.

mengatasi mimpi buruk

Begini Tipsnya Mengatasi Mimpi Buruk

warna bibir gelap

Hindari Warna Bibir Gelap Pakai Cara-cara Ini