in , ,

Suku Baduy Minta Kawasannya Dihapus dari Lokasi Tujuan Wisata, Ada Apa Ya?

alasan suku baduy melayangkan surat ke presiden

suku baduy
foto: indonesia.go.id

Ngobrolin.id — Masyarakat Suku Baduy mengajukan permohonan kepada Presiden Joko Widodo untuk menghapus daerahnya dari destinasi wisata melalui surat terbuka. Salah satu alasan mereka ingin menghapus wilayahnya ialah karena mereka merasa terusik oleh wisatawan yang datang silih berganti. Mereka ingin daerahnya ditetapkan sebagai cagar alam dan cagar budaya.

Suku Baduy memang menjadi salah satu destinasi wisata yang diminati oleh para wisatawan lokal. Wisatawan bisa melihat kehidupan masyarakat Baduy yang tinggal di pedalaman. Namun, tak disadari, kehadiran wisatawan tersebut justru malah mendatangkan masalah tersendiri bagi masyarakat Baduy.

Masalah yang paling umum dijumpai adalah banyaknya sampah yang dihasilkan oleh wisatawan. Selain itu, sebagian dari mereka tidak mengindahkan peraturan adat, hingga masyarakat Baduy mengaku risih saat menjadi tontonan bagi wisatawan.

Akibat dari permasalahan tersebut, Lembaga Adat Baduy membuat surat terbuka yang dikirimkan kepada pemerintah, seperti Gubernur Banten, Bupati Lebak, dan sejumlah kementerian terkait.

Dilansir dari kompas.com, yang membubuhkan cap jempol pada surat tersebut adalah Jaro Saidi sebagai Tanggunggan Jari 12, Jaro Aja sebagai Jaro Dangka Cipati, dan Jaro Madali sebagai Pusat Jaro 7. Mereka semua adalah Pemangku Adat di Baduy yang mewakili masyarakatnya yang resah akan pencemaran lingkungan di Baduy yang kian mengkhawatirkan.

Banyak penjual yang datang dari luar daerah Baduy yang menjual makanan dan minuman berkemasan plastik sehingga menimbulkan penumpukan sampah di kawasan Baduy.

Heru Nugroho, salah seorang yang ditunjuk untuk menjembatani surat tersebut kepada pemerintah mengaku ingin membantu masyarakat Baduy sebagai jembatan komunikasi dengan pemerintah agar mendapatkan solusi yang tepat untuk permasalahan ini.

Setelah surat dicap oleh pemangku adat di Baduy, Heru Nugroho dan tim akan membawa surat tersebut kepada Presiden Joko Widdo, Kementerian, dan Pemerintah Banten. Heru berharap pemerintah bisa mendengar aspirasi masyarakat Baduy yang ingin mendapatkan solusi terbaik bagi keberlangsungan tatanan adat budaya Baduy.

Saat ini jalur wisata ke Baduy masih ditutup sementara karena adanya pandemi Covid-19. Namun, untuk penutupan yang diinginkan oleh masyarakat Baduy terkait permasalahan yang baru saja dilayangkan belum dikonfirmasi oleh pemerintah setempat.

 

muslim milenial

Tips Menjaga Kreatiftas ala Muslim Milenial Saat New Normal

member BTS

5 Member BTS Lanjut Kuliah S2