in ,

Tampon dan Pembalut, Apa Bedanya?

Ketahui perbedaannya agar tidak bingung ketika sulit menemukan pembalut

tampon
foto: pixabay

Ngobrolin.id — Kalau kamu jalan-jalan ke luar negeri, kamu akan menemukan tampon yang digunakan saat menstruasi. Orang Asia, khususnya orang Indonesia, masih cukup asing dengan tampon. Sebenarnya, tampon dan pembalut memiliki fungsi yang sama, yakni mencegah darah menstruasi menembus ke celana dengan cara menyerap darah yang keluar.

Popularitas tampon di Indonesia memang masih kalah dibandingkan dengan pembalut. Tak heran, bagi orang Indonesia yang bepergian ke luar negeri untuk pertama kalinya dan sedang menstruasi, mereka biasanya kaget karena kesulitan mendapatkan pembalut.

Tampon terbuat dari bahan yang bisa menyerap cairan dan dibuat menjadi berbentuk tabung kecil. Alat ini biasanya akan menyerap darah langsung dari dalam vagina.

Salah satu penyebab yang membuat alat ini masih kalah populer di Indonesia adalah cara pemakaiannya. Alat ini digunakan dengan cara dimasukkan ke kemaluan. Berbeda dengan pembalut yang tidak perlu dimasukkan ke kemaluan.

Selain itu, kebiasaan yang diturunkan secara turun-temurun oleh orangtua menyebabkan penggunaan tampon masih sangat asing oleh orang Indonesia. Orangtua biasanya akan mengarahkan anak perempuannya memakai pembalut.

Selain itu, penggunaan pembalut lebih sesuai dengan kultur Timur yang masih dipegang oleh sebagian masyarakat Asia. Bagi mereka, membicarakan area vital merupakan hal yang cukup tabu.

Di bagian ujung tampon biasanya terdapat seutas benang yang berfungsi untuk menarik alat tersebut ketika ingin menggantinya dengan yang baru. Alat ini harus diganti sekitar 4—6 jam sekali agar tidak menyebabkan darah menstruasi bocor dan menembus ke celana.

Sementara, pembalut harus diganti setiap 3—4 jam sekali untuk mencegah penumpukan bakteri dan menghilangkan bau. Apalagi, ketika darah menstruasi yang keluar sedang banyak, kamu harus menggantinya lebih rutin.

Sama seperti pembalut, kamu bisa menemui tampon yang bervariasi, mulai dari daya serap hingga ketebalannya. Namun, karena masih jarang digunakan oleh masyarakat Indonesia, harga jual alat ini terbilang cukup mahal di Indonesia. Harga satu pack-nya bisa mencapai Rp100.000, lho! Padahal, pembalut bisa didapatkan dengan harga Rp30.000 per pack.

 

 

 

 

penyebab uban

Penyebab Uban Muncul di Usia Muda

rantang susun

Sejarah Rantang Susun, Kamu Pernah Punya atau Malah Dapat Kiriman Makanan Rantang?