in

Tarif Baru Ojek Online, Sudah Tahu Belum?

Kalau dulu kemana-mana serba murah, apakah iya sekarang masih sama?

tarif baru ojek online
Foto: instagram Grab

Ngobrolin.id — Moda transportasi yang satu ini sudah jadi bagian penting dalam kehidupan perekonomian masyarakat. Ojek online selama ini menjamur sejak beredarnya aplikasi kemitraan antara pengendara ojek dan penyedia layanan. Setelah sekian lama tanpa aturan yang pasti, kini tarif baru ojek online pun resmi disahkan pemerintah.

Terhitung sejak Rabu (1/5) tarif ini resmi disahkan pemerintah. Peraturan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No. 348/2019 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat yang Dilakukan dengan Aplikasi.

Peraturan tersebut membahas tentang biaya yang harus dibayarkan konsumen untuk penggunaan jasa yang ojek. Penghitungan biaya tersebut pun dilakukan dengan berbagai komposisi biaya, yaitu mencakup biaya langsung dan tidak langsung.

Biaya langsung meliputi biaya penyusutan kendaraan, bunga modal kendaraan, biaya pengemudi dan kelengkapannya, asuransi, pajak kendaraan bermotor, bahan bakar kendaraan, ban, pemeliharaan dan perbaikan, biaya penyusutan telepon seluler, biaya pulsa dan kuota internet, dan profit yang diperoleh mitra aplikasi.

Sementara, biaya tidak langsung yang juga menjadi komponen pembayaran konsumen adalah biaya sewa penggunaan aplikasi. Berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut, muncullah tarif baru yang dibedakan berdasarkan zona.

Zona I meliputi daerah di Sumatera, Jawa, dan Bali. Daerah ini tidak mencakup Jabodetabek. Tarif di zona I berada di batas bawah sebesar Rp1.850 per kilometer. Batas atas yang ditetapkan adalah Rp2.300 per kilometer. Biaya jasa yang ditentukan untuk penggunaan ojek online berkisar pada Rp7.000—10.000 untuk sekali perjalanan.

Zona II merupakan daerah ibu kota dan penyangganya, yaitu Jakarta, Depok, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tarif yang berlaku di zona II adalah Rp2.000 per kilometer untuk jarak bawah hingga Rp2.500 per kilometer untuk jarak atas. Biaya jasa minimal yang harus dibayarkan konsumen berkisar antara Rp8.000—10.000.

Terakhir, zona III. Daerah yang terdapat pada zona III meliputi Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua. Di daerah ini, tarif berkendara dipatok sebesar Rp2.100 per kilometer pada batas bawah. Batas atas tarif ojek online di zona III adalah Rp2.600 per kilometer. Sementara, biaya jasa minimal yang dikenakan adalah Rp7.000—10.000.

Seiring dengan kenaikan harga ini, apakah kamu masih jadi pengguna setia ojek online atau justru pengen pindah transportasi bepergian aja, nih?

Yang jelas, apa pun pilihan kita, kita wajib senang dengan adanya peraturan untuk melindungi pengemudi ojek online ini, kan. Kebayang dong betapa senangnya pengemudi ojek online yang mengalami kenaikan tarif dari Rp1.600 per kilometer jadi Rp2.000 per kilometer.

ada banyak mesin pencari

Beragam Mesin Pencari yang Dipakai Dunia

Film Maleficent 2

Disney Rilis Film Maleficent 2, Intip Keseruannya!