in , ,

Telisik Lebih Dalam Larangan Kata ‘Anjay’ yang Dikeluarkan Komnas PA

kata slang yang lagi viral di media sosial

anjay
foto: instagram @ lutfiagizal

Ngobrolin.id — Beberapa waktu belakangan ini warganet dihebohkan dengan keluarnya pers rilis dari Komisi Nasional Perlindungan Anak tentang seruan menghentikan penggunaan istilah “ANJAY”. Sontak banyak warganet yang beropini. Ada yang pro dan banyak pula yang kontra. Sebenarnya, apa sih yang dilarang dalam pers rilis tersebut terkait penggunaan kata anjay dalam kehidupan sehari-hari?

Anjay menjadi kata slang yang sempat viral lantaran Rizky Billar dan Lesty Kejora sering menggunakannya sebagai kata slang dalam bercandaan mereka.

Jauh sebelum adanya polemik kata anjay, kata slang ini sudah berkembang di kalangan anak muda sebagai kata yang memiliki banyak makna. Kata ini bisa digunakan sebagai kalimat seru yang menunjukkan kekaguman. Namun, bisa juga digunakan sebagai kata umpatan yang mengandung unsur negatif.

Sebenarnya, kata ‘anjay’ lahir dari plesetan ‘anjing’ atau  ada juga yang menyebutkan sebagai singkatan dari ‘asikin aja shay‘, banyak orang yang menggunakan kata plesetan ini agar terdengar lebih sopan dan tidak frontal. Seiring berjalannya waktu, plesetan ini mulai sering digunakan meskipun sering tidak sesuai dengan konsep awalnya.

Nah, permasalahan kata ini mulai mencuat di permukaan publik saat Lutfi Agizal mengkritik penggunaan kata anjay di tengah-tengah perbincangan antara Lesty dan Rizki. Hingga akhirnya terbitlah pers rilis yang melarang penggunaan kata tersebut.

Dilansir dari kompas.com, Ketua Umum Komnas PA, Arist Merdeka Sirait, membenarkan adanya surat yang diterbitkan oleh Komnas PA. Menurutnya, penggunaan kata tersebut harus dilihat dari sudut pandang dan konteksnya.

“Apakah itu bermakna merendahkan martabat, melecehkan, membuat orang jadi galau atau sengsara, kalau unsur itu terpenuhi, maka istilah anjay tentu itu mengandung kekerasan. Jika mengandung kekerasan, maka tak ada toleransi,” jelas Arist seperti dikutip dari laman kompas.com.

Jika kita telisik lebih dalam mengenai pers rilis yang beredar, di surat tersebut ada beberapa poin yang harus digarisbawahi.

Jika disebutkan sebagai kata pengganti ucapan salut dan bermakna kagum atas satu peristiwa “Ouw…keren”, misalnya memuji salah satu produk yang dilihatnya di media sosial, diganti dengan istilah “Anjay”, untuk satu aksi pujian ini tidak mengandung kekerasan atau bullying, di mana istilah tersebut tidak menimbulkan ketersinggungan, sakit hati, dan merugikan...

Oke, sampai di sini ternyata penggunaan kata tersebut tidak dipermasalahkan jika penggunaannya tidak merugikan orang lain, dalam arti tidak menyebabkan orang lain sakit hati. Mari kita simak lagi penjelasan lain yang tertera di dalam surat tersebut.

Jika istilah “Anjay” digunakan sebagai sebutan untuk Merendahkan Martabat Seseorang. Istilah tersebut adalah salah satu bentuk kekerasan verbal dan dapat dilaporkan sebagai tindakan pidana. Oleh Sebab itu Harus Dilihat Perspektif-nya

Nah, kalau kata tersebut digunakan dalam kasus perundungan yang menyebabkan seorang sakit hati, meskipun kamu tidak bermaksud membuatnya sakit hati, akan tetap bisa diperkarakan. Untuk lebih jelasnya, kamu bisa membacanya langsung di pers rilis yang sudah beredar di internet.

Pelajaran yang bisa diambil dari polemik sebuah kata yang sedang viral ini adalah sebaiknya gunakan kalimat yang sopan saat berkomunikasi dengan seseorang, apalagi untuk orang yang baru ditemui seperti di media sosial. Kita tidak pernah tahu kata mana yang ternyata bisa menyebabkan orang sakit hati.

enola holmes

Enola Holmes, Saudari Kandung Sherlock Holmes akan Tayang di Netflix

konser drive-in

Konser Drive-In Pertama di Jakarta Sukses Digelar, Akankah Ada Konser Selanjutnya?