in ,

Terlalu Banyak Polemik Masker, Pemerintah Akhirnya Merilis Aturan Masker SNI

jangan sampai sia-sia mengenakan masker karena maskernya kurang tepat

masker SNI
foto: pexels

Ngobrolin.id — Selama masa pandemi Covid-19 masih berlangsung, masker merupakan salah satu hal wajib yang harus dikenakan ketika kamu beraktivitas di luar rumah. Hal tersebut memunculkan banyak pedagang masker. Masker yang dijual pun berbeda-beda, mulai dari jenis hingga motif. Belakangan, Pemerintah mulai mengeluarkan aturan masker SNI karena banyak masyarakat yang masih mengenakan masker sembarangan.

Sebelum mengeluarkan aturan masker SNI, pemerintah sudah lebih dahulu melarang penggunaan buff sebagai masker dan masker scuba. Hal tersebut dikarenakan kedua masker tersebut dinilai tidak mampu melindungi masyarakat dari droplet yang mengandung virus.

Pasalnya, masker scuba hanya memiiki satu lapisan. Masyarakat dianjurkan mengenakan masker kain yang setidaknya memiliki 2 lapisan.

Untuk meningkatkan efektivitas penggunaan masker, Pemerintah melalui Komite Teknis SNI 59-01, Tekstil, dan Produk Tekstil yang bekerja sama dengan akademisi, peneliti, laboratorium uji satgas Covid-19, dan industri produsen masker kain dalam negeri menghadirkan masker SNI yang bisa menjadi patokan untuk produsen masker kain.

Dalam SNI tersebut memuat berbagai macam patokan dasar, mulai dari standar mutu dan pengujian hingga prosedur pemakaian, perawatan, dan pencucian. Dengan adanya standar SNI yang sudah ditetapkan ini, masyarakat diharapkan dapat terlindungi dengan baik.

SNI untuk masker kain sudah ditetapkan oleh Badan Standarisasi Nasional (BSN) melalui Keputusan Kepala BSN Nomor 408/KEP/BSN/9/2020. Dalam SNI tersebut tercantum tiga tipe masker yang bisa dikenakan, yakni tipe A untuk penggunaan umum, tipe B untuk penggunaan filtrasi bakteri, dan tipe C untuk penggunaan filtrasi partikel.

Material yang bisa digunakan untuk membuat masker kain adalah kain dari serat alam seperti katun dan ditambahkan dengan lapisan kain sifon yang mengandung polyester-spandex yang mampu menyaring partikel hingga 80—99 persen. Berikut ini ketentuan masker sesuai SNI.

Penggunaan umum

  • Minimal terbuat dari 2 kain
  • Daya tembus udara di ambang 15—65 cm3/cm2/detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Daya serap kurang dari 60 detik
  • Tidak luntur akibat pencucian, keringat, serta saliva

Penggunaan filtrasi bakteri

  • Minimal terbuat dari 2 kain
  • Daya tembus udara di ambang 15—65 cm3/cm2/detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Daya serap kurang dari 60 detik
  • Tidak luntur akibat pencucian, keringat, serta saliva
  • Lulus uji efisiensi filtrasi bakteri
  • Mengukur mutu masker tekanan diferensial

Penggunaan filtrasi partikel

  • Minimal terbuat dari 2 kain
  • Daya tembus udara di ambang 15—65 cm3/cm2/detik
  • Kadar formaldehida bebas hingga 75 mg/kg
  • Daya serap kurang dari 60 detik
  • Tidak luntur akibat pencucian, keringat, serta saliva
  • Lulus uji efisiensi filtrasi partikular
  • Mengukur mutu masker tekanan diferensial

 

 

janda bolong

Harga Tanaman Hias Janda Bolong Tiba-tiba Meroket

GeNOse

GeNose, Alat Deteksi Covid-19 Besutan UGM yang Bekerja dalam 80 Detik