in

Ternyata, Bukan KPI yang Bertugas Menyensor Film

KPI
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Belakangan ini Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) sedang ramai dibicarakan oleh publik. Terlepas dari berbagai berita yang sudah tersebar, sebenarnya tahu gak sih kalau KPI itu bukan lembaga yang bertugas menyensor film, lho!

KPI memang memiliki fungsi yang erat kaitannya dengan siaran TV, tetapi lembaga ini tidak memegang kendali atas sensor karya visual. Melansir dari kincir.com¸ KPI bertugas untuk mengawasi siaran pascatayang sehingga sensor yang diberikan pada film bukan kendali dari lembaga ini.

Ternyata, lembaga tersebut hanya bertugas untuk menyediakan standar mengenai penayangan, kemudian standar tersebut diinterpretasikan oleh masing-masing stasiun TV dan beberapa pihak terkait.

Tugas KPI adalah menetapkan standar program siaran, menyusun pedoman perlaku penyiaran, mengawasi pelaksanaannya, memberikan sanksi kepada pihak yang melanggar, dan melakukan koordinasi dengan pihak pemerintah, lembaga penyiaran, serta masyarakat.

KPI itu seperti dewan pengawas yang membuat Standard Operating Procedure (SOP) dan mengawasi pihak lembaga penyiaran untuk mematuhi SOP tersebut.

Jadi, pihak yang menyensor tayangan di televisi itu adalah stasiun TV. Pasalnya, banyak stasiun TV yang takut siarannya melanggar aturan yang sudah ditentukan oleh KPI. Soalnya, kalau program mereka dianggap sudah melanggar, program tersebut akan mendapatkan kritik dan berpotensi diberhentikan sementara, bahkan selamanya.

Oleh karena itu, sensor tersebut sering berbeda-beda. Misalnya, ada stasiun TV yang menyensor darah, tetapi ada juga stasiun TV lain yang tidak menyensornya.

Selain stasiun TV dan KPI, kamu juga perlu kenalan dengan Lembaga Sensor Film (LSF) yang namanya sering muncul di awal film layar lebar. LSF memang bertugas untuk menyeleksi bagian yang dianggap tidak pantas di dalam film. Standar yang digunakan LSF tentunya berdasarkan nilai-nilai dan norma yang ada di Indonesia. Selain itu, LSF juga menggunakan standar berdasarkan segmentasi usia film tersebut.

LSF tidak hanya menyensor film layar lebar, tetapi juga iklan dari film tersebut, baik dalam bentuk video, poster, still photo, dan sebagainya. Sensor tersebut dilakukan sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014.

 

relationship red flag

Relationship Red Flag yang Menandai Hubungan Asmara Kamu Seharusnya Berakhir

skincare

Gak Cuma Bikin Glow Up, Skincare Juga Baik untuk Kesehatan Mental