in

Ternyata Ini Perbedaan MRT, LRT dan KRL

perbedaan MRT, LRT dan KRL
Foto: pixabay

Ngobrolin.id — Sudah beroperasi hampir satu bulan, kini MRT semakin memanjakan penggunanya dengan integrasi bersama bus Trans Jakarta, lho. MRT yang digadang-gadang jadi transportasi modern ibu kota, kini semakin mudah diakses. Tapi sebelumnya, udah pada tahu belum perbedaan MRT, LRT dan KRL?

MRT merupakan singkatan dari mass rapid transit. Armada ini mulai beroperasi di Jakarta pada Maret 2019. Bentuk MRT sendiri merupakan rangkain kereta dengan gerbong berjumlah rata-rata 6 buah.

Kapasitas MRT cukup banyak. Sekali beroperasi, MRT dapat mengangkut kurang lebih hingga 1.800 penumpang. Target penumpang yang dapat diangkut sendiri mencapai 173.400 penumpang setiap harinya.

MRT memiliki perlintasan di atas dan di bawah tanah. Perlintasan bawah tanah ini dibangun dengan membuat terowongan sepanjang jalur MRT. Stasiun MRT juga ada yang memiliki akses dan berada di bawah tanah juga, lho.

Lalu, apa bedanya dengan LRT?

Jika MRT merupakan kereta bawah tanah, LRT sendiri merupakan singkatan dari light rail transit. Hingga saat ini, LRT di Indonesia masih dalam tahap pembangunan. Kelak, transportasi modern ini akan diintegrasikan bersama dengan MRT, commuter line, Trans Jakarta, dan moda transportasi umum lainnya.

Sama seperti MRT, LRT juga berbentuk kereta dengan jumlah gerbong satu sampai dua buah. Satu kali perjalanan LRT bisa mengangkut sampai 600 penumpang. Dalam sehari, transportasi ini digadang bisa mengangkut 360.000 penumpang untuk memasuki dan keluar dari Jakarta.

Kecepatan MRT dapat mencapai 110 kilometer per jam. Namun, LRT hanya bisa bergerak paling cepat 90 kilometer per jam. Meskipun demikian, kamu bisa menempuh waktu yang singkat lho jika bepergian dengan LRT. Hal ini karena lintasan LRT dibangun melayang di atas jalanan. Jadi, tidak mengganggu ataupun terganggu transportasi lain.

Yang terakhir, kamu pasti udah pada tahu, dong. Ya, KRL atau commuter line. Dibangun jauh lebih awal daripada MRT dan LRT, jangkauan KRL sudah paling jauh. Ia memiliki jalur yang membentang dari Banten hingga Jawa Barat.

KRL sendiri tiap harinya bisa mengangkut hingga 1,2 juta manusia yang hendak bepergian di area Jabodetabek. Satu rangkaian kereta KRL, bisa berisi 8 sampai 10 gerbong. Dengan demikian, jumlah massa yang diangkut pun bisa banyak. Sekali beroperasi, KRL bisa mengangkut hingga 2.000 penumpang.

Jika seluruh moda transportasi umum ini sudah terhubung dengan baik, akan sangat cepat lho bepergian dari satu daerah ke daerah lainnya. Bahkan, pembangunan ini akan diikuti di beberapa kota lain di Indonesia. Sudah nggak sabar, ya, menjelajahi Indonesia dengan MRT dan LRT!

Iqbaal Diafakhri Ramadhan

Dari CJR hingga Minke, Ini Sosok Iqbaal Diafakhri Ramadhan

terbuat dari apakah saus tiram

Terbuat dari Apakah Saus Tiram?