in

Tes Swab dan Vaksin di Bulan Puasa Tidak Membatalkan Puasa

Kamu tetap bisa vaksin dan tes swab meski sedang berpuasa

tes swab
foto: Pixabay

Ngobrolin.id — Program vaksinasi masih terus berlangsung hingga bulan puasa tiba, kondisi tersebut membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah vaksin ketika bulan puasa diperbolehkan. Begitu juga dengan tes swab atau PCR yang perlu memasukkan benda ke rongga hidung dan mulut.

Tenang saja, MUI sudah mengeluarkan Fatwa Majelis Ulama Indonesia No. 24 Tahun 2021 yang menyatakan bahwa tes swab atau PCR serta vaksinasi tidak akan membatalkan puasa.

Kamu tetap bisa menjalankan proses tes swab yang dilakukan dari rongga mulut ataupun hidung, begitu pun dengan tes rapid yang membutuhkan pengambilan sampel darah dan tes GeNose yang membutuhkan sampel embusan napas.

Proses vaksinasi juga tetap bisa dijalankan ketika kamu berpuasa. Dilansir dari kompas.com, Mufti Besar Arab Saudi Sheikh Abdul Aziz al-Asheikh menegaskan bahwa vaksinasi tidak akan membatalkan puasa. Hal ini karena vaksin tersebut tidak dianggap sebagai makanan dan miuman.

Sejalan dengan Arab Saudi, pusat Fatwa (dar al-ifta) Al-Azhar Kairo, Mesir, juga berpendapat sama bahwa vaksin tidak akan membatalkan puasa. Hal ini dikarenakan vaksin yang disuntikkan ke tubuh merupakan bagian dari kode genetik yang berfungsi untuk merangsang sistem kekebalan tubuh.

Di dalam fatwa MUI disebutkan bahwa setiap Muslim wajib berpartisipasi untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, salah satunya adalah vaksinasi guna mewujudkan kekebalan kelompok.

Jadi, sekarang kamu tidak perlu khawatir lagi untuk melakukan tes swab, PCR, rapid, GeNose, serta vaksinasi ketika sedang berpuasa. Hal ini karena seluruh kegiatan tersebut tidak akan membatalkan puasa.

Seseorang yang tengah sakit karena terpapar Covid-19 atau sakit lainnya dan tidak dapat menjalani puasa karena dikhawatirkan dapat mengganggu kondisi kesehatannya diperbolehkan untuk tidak berpuasa dan meng-qadha-nya di hari lain setelah sembuh.

Selama berpuasa, umat Muslim dan pemerintah diharuskan melakukan ikhtiar untuk menjaga kesehatan tubuh dan menjauhi hal-hal yang dapat berpotensi menularkan penyakit. Ikhtiar tersebut merupakan bagian dari menjaga lima unsur pokok beragama (al-Dharuriyat al-Khams).

Selain itu, seluruh rangkaian ibadah dan buka puasa bersama sudah dapat dilakukan di luar rumah dengan menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan.

perpanajng SIM

Perpanjang SIM Sudah Bisa Sambil Rebahan Lewat Aplikasi Sinar

salat tarawih

Pedoman Salat Tarawih, Salat Idulfitri dan Iktikaf di Bulan Puasa 2021