in

Tips Berdagang ala Rasulullah

cara berdagang yang dicontohkan oleh rasulullah

berdagang ala rasulullah
foto: pexels

Ngobrolin.id — Rasulullah saw. sudah berniaga sejak kecil bersama pamannya. Rasul terkenal sebagai pedagang yang jujur sehingga banyak pengusaha besar yang senang menjalin kerja sama dengannya, seperti Khadijah ra. Seluruh aktivitas perdagangan Rasul tidak semata-mata dilakukan untuk mendapatkan keuntungan yang besar. Rasulullah dalam berdagang juga memperhitungkan keberkahan usahanya. Oleh karena itu, contoh pedagang  yang baik ada dalam dirinya. Berikut ini beberapa tips berdagang ala Rasulullah.

Jujur

Sejak kecil Rasulullah sudah diberi gelar Al-Amin yang artinya dapat dipercaya. Saat Rasul masih kecil, banyak orang yang percaya menitipkan barang padanya karena ia sangat dipercaya. Setelah tumbuh dewasa, Rasulullah terkenal di kalangan pedagang sebagai pedagang yang jujur. Tak heran jika Khadijah ra. sangat mempercayainya. Jujur memang merupakan kunci keberhasilan dalam hidup.

Saat ini, hampir sebagian besar aktivitas perdagangan dilakukan via internet. Pembeli tidak bisa menyentuh barangnya langsung, mereka hanya bisa mempertimbangkan barang tersebut dari spesifikasi yang disebutkan oleh penjual. Saat itulah kejujuran pedagang diuji. Pedagang yang ingin barangnya cepat laku enggan menyebutkan kekurangan atau bahkan melebih-lebihkan keunggulan barang hingga berbohong. Pedagang yang baik akan menyebutkan kondisi barang sesuai dengan kondisi aslinya.

Menjalin kerja sama yang baik dengan relasi bisnis

Setelah beranjak remaja, Rasulullah mulai berinisitaif mencari bisnis sendiri karena enggan merepotkan pamannya terus. Rasul belajar berdagang dengan cara yang baik sehingga ia bisa mendapatkan kepercayaan dari para pemilik modal untuk berniaga. Khadijah ra., salah seorang pedagang kaya yang terpana dengan kejujuran Rasulullah saw. di saat para karyawannya sering melakukan kecurangan terhadap dagangannya.

Rasul selalu mengingatkan kepada umatnya untuk tetap berperilaku baik selama berniaga, menggunakan kata yang sopan, berhati-hati dalam bertransaksi, meninggalkan transaksi yang diharamkan dan lain-lain.

Menetapkan timbangan

Zaman dahulu, timbangan dan ukuran sering dicurangi oleh pedagang guna mendapatkan keuntungan yang lebih. Dampaknya, masyarakat sering menerima barang dengan berat yang kurang. Rasulullah pun mengeluarkan standarisasi timbangan dan ukuran yang boleh digunakan. Pedagang tidak boleh menggunakan timbangan dan ukuran dengan standar lain yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Mengambil keuntungan secukupnya

Berdagang ala rasulullah tidak hanya mengejar materi, tetapi juga keberkahan Allah swt. Untuk itu, keuntungan yang ditetapkan selama berniaga tidak terlalu besar agar tidak memberatkan pihak pembeli.

mengenalkan asmaul husna

Mengenalkan Asmaul Husna pada Anak dengan Cara Asyik

virtual photoshoot

Tren Virtual Photoshoot yang Sedang Marak