in

Tutorial Mengatur Napas pada Olahraga Lari

Bernapas saat berlari juga ada tekniknya, lho

napas saat berlari
Foto: freepik

Ngobrolin.id — Salah satu kesulitan yang dihadapi pemula saat melakukan olahraga lari adalah bernapas. Mengatasi kesulitan napas saat berlari tidak bisa diatasi dengan mudah, tapi butuh latihan yang konsisten. Berikut ini tahapan yang harus dilakukan agar dapat mengatur napas saat berlari.

Pertama-tama, lakukan pemanasan sebelum berlari. Pemanasan ini sangat perlu untuk merenggangkan otot-otot tubuh sebelum melakukan olahraga yang lebih berat. Selain itu, pemanasan juga berfungsi untuk meningkatkan sirkulasi darah sehingga oksigen pun menyebar dengan baik dalam tubuh. Tanpa pemanasan, kamu bisa mengalami berbagai rasa sakit dan cedera saat berolahraga.

Pemanasan olahraga lari ini dilakukan dengan cara berjalan terlebih dahulu. Cobalah berjalan selama satu menit. Atur napas sambil melakukan pemanasan ini. Bernapaslah dengan teratur dan membentuk pola yang sesuai dengan langkahmu.

Kamu juga harus berjalan dengan posisi tulang belakang lurus dan kepala yang tegak. Tetapi, bahu tetap harus kendur saat melakukan pemanasan ini. Jika tidak lurus, kapasitas paru-paru bisa menurun.

Setelah satu menit, percepat langkah dengan durasi yang sama. Tetap jaga pernapasan dan pola bernapas. Fokuskan pada mengatur napas, bukan menambah kecepatan berlari. Jika sudah, mulailah menambah kecepatan lagi selama satu menit.

Perhatikan jenis napas yang kamu lakukan. Sebaiknya, lakukan pernapasan dengan mulut. Pada saat berlari, tubuh membutuhkan banyak oksigen. Hidung tidak cukup kuat untuk menghirup oksigen dalam jumlah besar. Selain itu, teknik mengambil napas dengan mulut juga bisa membuat karbon dioksida keluar dengan efisien.

Perhatikan ritme berlari dengan benar. Hitung sebanyak empat kali, yakni 1, 2, 3, dan 4 pada saat melangkahkan kaki saat berlari. Angka ganjil berarti kaki kiri dan angka genap berarti kaki kanan. Cobalah untuk mengatur napas pada saat angka ganjil saja. Misalnya, menghirup udara pada hitungan kedua dan mengembuskan napas pada hitungan keempat.

Ketika langkahmu melambat, kamu tetap harus mengatur napas agar oksigen yang diterima lebih banyak. Cara ini dilakukan agar tubuhmu tidak kekurangan oksigen. Setelah itu, naikkan lagi kecepatan lari.

Bernapas dengan mulut tentu saja memiliki kekurangan, yakni menjadi lebih cepat haus. Oleh karena itu, atur asupan cairan yang kamu konsumsi. Perbanyak minum air putih dan tetap mengonsumsi air putih setelah berolahraga.

Terakhir, gunakan teknik pernapasan perut bukan pernapasan dada. Pernapasan perut disebut sebagai pernapasan diafragma dilakukan dengan menggunakan perut untuk menarik dan melepaskan udara. Cara ini bisa membuatmu bernapas lebih mudah saat berlari. Selamat mencoba!

tempat belanja buku murah

5 Tempat Belanja Buku Murah di Jakarta

konser LANY

Hits! Lagu LANY yang Harus Masuk Playlist-mu